APBD Samarinda Meningkat, Perbanyak Alokasi Pengendalian Banjir
Foto : Angkasa Jaya Djoerani, Fraksi PDIP DPRD Samarinda.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - APBD Samarinda diprediksi melonjak hingga tembus Rp 5,1 triliun pada 2024 mendatang. Semua itu terungkap dalam Rapat Paripurna mengenai Kesepakatan Bersama DPRD dan Pemkot Samarinda mengenai APBD 2024. Fraksi PDIP DPRD Samarinda pun meminta agar alokasi anggaran pengendalian banjir pun bisa diperbanyak.

Agenda yang berlangsung pada Selasa (24/10/2024) malam itu memang memberi kesempatan pada tiap fraksi di DPRD untuk menyampaikan pandangannya. Fraksi PDIP menilai banjir sejauh ini masih menjadi momok bagi warga Kota Tepian. Sehingga dengan bertambahnya anggaran, maka sebaiknya rencana pengendalian banjir juga bisa semakin masif. "Mungkin bisa diperluas dengan menambah fokus pada beberapa titik lain di penjuru kota," ucap Juru Bicara Fraksi PDIP, Angkasa Jaya Djoerani.
Rencana pengendalian banjir pun diminta bisa diperluas lagi. Bukan sekedar normalisasi drainase dan membangun kolam retensi saja. Melainkan bisa memperhatikan sektor ulu dari penyebab banjir selama ini. Sehingga program penanganan banjir yang berjalan memang disiapkan untuk jangka panjang. "Kemudian fokus penanganan banjir pun bisa berpindah ke kawasan Samarinda Seberang dan Palaran," tuturnya.
Angkasa menerangkan, dalam penanganan banjir selain pembuatan drainase juga harus ditunjang dengan cara lain seperti membuat sodetan kanal baru, membangun polder, serta menormalisasi Sungai yang ada di Samarinda. "Dengan kekuatan anggaran yang besar pada 2024 mendatang, saya yakin pengendalian banjir bakal berjalan lebih cepat dari rencana yang disiapkan," paparnya.
Harus diakui Angkasa, sejauh ini pengendalian banjir Samarinda perlahan tengah membuahkan hasil. Namun politikus PDIP ini meminta agar pemkot jangan lekas bangga, lantaran masih banyak daerah yang tergenang dan targetnya harus tetap dilanjutkan.
"Artinya ketika pemkot mengklaim telah berhasil mengurangi genangan, sebaiknya jangan bangga dulu, karena itu masih tergenang. Target pemerintah itu belum selesai dan dirasa harus tetap dilanjutkan," tandasnya.(adv/zee)
