ASN Dituntut Adaptif dengan Perkembangan Teknologi dan Digitalisasi
MENGINSPIRASI: Dedy Cahyadi menyampaikan pentingnya ASN dalam beradaptasi dengan perkembangan dunia, termasuk tentang teknologi dan dunia digital.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Aparatur sipil negara (ASN) sepatutnya terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Itu demi memudahkan mereka menjalankan tuga sebagai abdi negara dan masyarakat. Salah satu yang menjadi sorotan saat ini adalah perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikan oleh Dewan TIK Kaltim Dedy Cahyadi saat menjadi narasumber dalam kelas khusus di Gedung BPSDM Kaltim, Senin (14/7). Pesertanya kegiatan tersebut adalah perwakilan berbagai perangkat daerah (PD) se-Kaltim.
Pada kesempatan tersebut, dia menekankan pentingnya mindset digitalisasi atau digital-first mindset. Menurutnya, digital-first mindset bukan hanya soal penggunaan teknologi, juga soal menjadikan pendekatan digital sebagai prioritas dalam desain dan implementasi layanan.
“Transformasi digital bukan sekadar alat bantu. Kini sudah menjadi fondasi mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan pengalaman layanan yang lebih baik dan responsif bagi masyarakat,” jelas Dedy.
Dedy juga mengingatkan ancaman siber yang mengintai proses digitalisasi. Sehingga, diperlukan pula literasi tentang keamanan dan perlindungan data di jagat maya. “Transformasi digital tanpa perlindungan data dan keamanan sistem yang kuat akan sangat rentan. Maka keamanan informasi harus menjadi prioritas setara,” tegas pria yang juga dosen dan kepala Laboratorium Aplikasi Internet di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman itu.
Dedy berharap setelah pelatihan ini Pemprov Kaltim dapat berinovasi serta mendorong transformasi digital dan layanan publik semakin prima dan berujung pada masyarakat kaltim yang terpenuhi hak-haknya.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para ASN dan pemangku kepentingan di Kaltim semakin siap menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital, serta mampu mewujudkan birokrasi yang lebih modern, responsif, dan inklusif,” tutupnya. (adv/diskominfokaltim/hmd/dfa/wan)
