ASN Harus Berkolaborasi dan Saling Support dalam Mewujudkan Tranformasi Digital yang Optimal

BERSEMANGAT: Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan pelayanan publik berbasis IT.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Pemprov Kaltim menggelar pelatihan pelayanan publik berbasis IT. Kegiatan tersebut terlaksana pada 14-17 Juli di BPSDM Kaltim, Samarinda. Peserta dalam kegiatan ini menjadi angkatan pertamanya.

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Muhammad Faisal mengatakan, pelatihan ini merupakan langkah penting dalam mendukung transformasi digital birokrasi. Selain itu meningkatkan kualitas pelayanan publik agar lebih responsif, efisien, dan akuntabel.

 

"Kalau mindset kita sudah digital, kita bisa menjalankan digital leadership dengan lebih baik. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal sikap dan cara berpikir yang modern," tegas Faisal. Pada kesempatan tersebut, dia turut menjadi narasumber.

 

Faisal juga mendorong ASN memanfaatkan media sosial secara maksimal sebagai sarana belajar, berbagi informasi, serta promosi kebijakan dan program pemerintah secara positif dan terbuka.

 

Ia menggarisbawahi empat pilar utama yang menjadi dasar digitalisasi pemerintahan, yakni: mindset digital, skill, budaya kerja, dan keamanan informasi dan etika digital. "Data jangan hanya disimpan. Harus dikelola, dianalisis, agar bisa menjadi dasar keterbukaan informasi dan pengambilan keputusan publik yang lebih baik," tambah pria yang juga ketua umum Asosiasi Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi) ini.

 

Dia menyampaikan telah menyelenggarakan Aparatur Digital Government Leadership Awards (ADGLA). Ajang ini hadir untuk memberi penghargaan kepada sekretaris daerah (sekda) di seluruh Indonesia yang menunjukkan komitmen tinggi dalam menerapkan kepemimpinan digital di lingkup birokrasi.

 

"Kami ingin mendorong pemimpin birokrasi, khususnya para sekda, untuk benar-benar menjadi role model dalam transformasi digital pemerintahan," ujarnya. Di akhir sesi penyampaian materi, Faisal mengajak seluruh ASN saling mendukung dan berkolaborasi dalam mewujudkan pemerintahan digital yang inklusif dan terintegrasi.

 

"Digitalisasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Mari saling support dan kolaborasi agar kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," tutup Faisal.

 

Pelatihan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya budaya digital yang lebih kuat di lingkungan Pemprov Kaltim, sekaligus mencetak ASN yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan teknologi, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan menuju birokrasi digital yang unggul. (adv/diskominfokaltim/addg/pt/wan)