Balon untuk Acara HUT Meletus
5 Siswa SMAN 3 Samarinda Terkena Ledakan
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Para pelajar dari SMA Negeri 3 Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur diduga terkena dampak ledakan balon meletus pada Rabu (14/8/2024).
Balon-balon tersebut merupakan satu di antara asesoris event perayaan hari ulang tahun atau HUT sekolah.
Saat itu, puluhan balon sebagai simbol perayaan HUT yang siap diterbangkan mendadak meledak dan mengenai sejumlah siswa tersebut.
Informasi yang diperoleh, kejadian balon meletus berlangsung sekitar pukul 09.30 Wita.
Kegiatan perayaan HUT tersebut dipusatkan di Aula Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda, Jalan Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Dari keterangan Kadir'an, salah satu Security Untag Samarinda, membeberkan soal kronologi insiden pecah balon di acara HUT.
Kala itu, kata dia, ratusan pelajar itu berkumpul di lapangan parkiran Fakultas Hukum Untag, samping kantin, untuk prosesi pelepasan balon.
Puluhan balon tersebut masih terikat benang wol. Untuk prosesi penerbangan, pengikat balon-balon tersebut harus dipotong.
"Tapi mereka tidak ada gunting. Jadi pake korek gas," ungkap Kadir'an.
Diduga panas dari korek itu memberi dampak efek terhadap gas helium yang ada di dalam balon.
Sehingga terjadi ledakan yang menyemburkan api dan mengenai sejumlah siswa yang bertugas memegang balon tersebut.
"Tadi informasi yang kami terima kurang lebih 4 sampai 5 siswa yang terkena letusan balon," beber Kadir'an.

Nasib Para Korban
Kontan saja, usai petaka ini, segera langsung dilakukan penanganan medis dengan membawa ke rumah sakit terdekat.
"Para korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit SMC Samarinda," jelas Babinkamtibmas Air Hitam, Aipda Supriadi kepada media di lokasi kejadian.
Pantauan, hingga saat ini serpihan balon tersebut masih berada di halaman parkir.
Keterangan saksi di lokasi, kala itu suara ledakan cukup kencang dan timbulkan serpihan yang ditemukan hingga radius 100 meter dari titik prosesi penerbangan balon.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan proses penyelidikan. (yal/wan)
Sumber : kaltim.tribunnews.com
