DED Pasar Pagi Harus Matang Terlebih Dahulu
FOTO : Abdul Rohim, Anggota Komisi II DPRD Samarinda.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Rencana Pemkot Samarinda untuk merombak ulang bangunan Pasar Pagi dinilai belum tuntas. Komisi II DPRD Samarinda masih kurang cocok dengan rencana tersebut. Sebab Detail Engenering Detail (DED) dari pembangunan Pasar Pagi belum tuntas seluruhnya.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Abdul Rohim yang angkat suara terkait hal tersebut. Ada beberapa persoalan yang mesti klir terlebih dahulu sebelum rencana itu berjalan. Salah satunya adalah desain teknis dari perombakan Pasar Pagi terkesan tergesa-gesa. "Harusnya diaudit dulu. Apa benar Pasar Pagi perlu rombak total atau hanya perlu perbaikan kecil saja," ujar Rohim.
Menurutnya hal ini juga berdampak pada kegundahan pedagang di sana. Sebab jika tidak perlu dirombak total, maka pedagang juga tidak perlu direlokasi ke tempat lain untuk berjualan. Perihal ini yang menurutnya belum sepenuhnya dilakukan Pemkot Samarinda. "Harusnya Dinas bisa menuntaskan ini sebelum melaksanakan pekerjaan fisik di lapangan," imbuhnya.
Politikus PKS ini mengungkapkan, sejauh ini Dinas Perdagangan tidak bisa menjelaskan kepada Komisi II terkait hal tersebut. Sehingga wajar jika para wakil rakyat meragulan DED yang disusun berjalan dengan prosedural. Bukan dengan tiba-tiba muncul desain rekontruksi Pasar Pagi tanpa ada alasan kuat perombakan berjalan. "Itu juga yang membuat kami ragu jika nantinya relokasi pedagang juga berjalan baik," tuturnya.
Ia berharap Pemkot Samarinda dan Komisi II bisa kembali duduk satu meja untuk meluruskan masalah ini. Serta menjalankan prosedur secara bertahap agar tidak terkesan terburu-buru. Berbagai dampak lainnya juga wajib dikalkulasi dengan matang. "Termasuk melihat dampak sosial ekonomi revitalisasi pasar itu. Jangan nantinya setelah perbaikan justru sepi pengunjung, atau pedagang malah berjualan di lokasi yang tidak semestinya," pungkasnya. (adv/zee/tw)
