Dispora Kaltim Dorong Atlet Mulai Persiapan Sejak Dini untuk Hadapi PON NTT-NTB 

Foto: Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading.(Yhon)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, menegaskan bahwa seluruh cabang olahraga (cabor) yang telah meraih medali emas atau lolos kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang, harus segera memulai persiapan sejak saat ini. Menurutnya, tidak ada lagi ruang untuk bersantai atau berada di zona nyaman bagi atlet-atlet berprestasi di Kaltim.

 

 

“Mulai dari saat ini, semua cabang olahraga yang sudah lolos, apalagi yang kemarin dapat medali emas, tidak boleh leha-leha. Tidak boleh berada di zona nyaman tanpa latihan. Persiapan harus dimulai dari sekarang, bukan menunggu PON sudah dekat,” kata Rasman saat ditemui di Kantornya, Jalan PM Noor, Selasa (28/5/2025).

 

Ia menambahkan, meski pelaksanaan PON masih cukup lama, pihak Dispora Kaltim telah meminta kepada setiap pengurus provinsi dari cabang olahraga yang terlibat untuk mengambil langkah-langkah awal persiapan, termasuk pemetaan potensi dan penguatan latihan atlet.

 

“PON memang masih lama, tapi itu bukan alasan untuk menunda latihan. Keberhasilan itu tidak hanya dilihat saat bertanding nanti, tapi dari sejauh mana proses dan persiapan dilakukan sejak awal,” ujarnya.

 

Meski demikian, Rasman mengakui bahwa pihaknya hingga kini belum menerima informasi resmi terkait nomor pertandingan atau jumlah atlet yang akan diturunkan sebab, PON juga terhitung masih 3 tahun lagi. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk menunda persiapan.

 

“Kita belum tahu nanti nomor tandingnya apa, berapa orang. Tapi itu tidak menghalangi proses latihan. Justru dari sekarang kita minta pengurus cabor sudah mulai memetakan potensi dan mempersiapkan atletnya,” jelas Rasman.

 

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran dari para pengurus dan atlet bahwa persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan. Rasman memberi perumpamaan kepada awak media bahwa, sebagaimana wartawan yang harus tahu dulu apa yang ingin ditanyakan sebelum datang ke lapangan, atlet juga harus tahu apa target dan langkah yang harus diambil sebelum hari pertandingan tiba.

 

“Seperti kalian wartawan, sebelum ke sini harus tahu dulu apa yang mau ditanyakan. Sama halnya dengan atlet, harus tahu sejak awal apa yang mau dicapai dan bagaimana mencapainya. Jangan hanya mengandalkan semangat saat menjelang pertandingan,” pungkasnya.(adv/yhon/wan)