Dispora Kaltim Imbau Turnamen Lokal Jadi Alternatif Seleksi Atlet Non-POPDA
Foto: Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading.(Yhon)
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mendorong seluruh kabupaten dan kota untuk lebih serius mengembangkan cabang olahraga (cabor) unggulan yang dipertandingkan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Langkah ini dianggap penting untuk memperkuat daya saing daerah di level nasional sekaligus menumbuhkan pembinaan olahraga yang lebih fokus dan terarah.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menekankan bahwa idealnya setiap daerah memiliki atlet di cabor-cabor yang masuk dalam daftar resmi POPNAS. Hal ini sejalan dengan regulasi nasional yang tercantum dalam Peraturan Presiden maupun Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga.
"Ya, kita minta seluruh kabupaten/kota itu, khususnya cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan di POPNAS itu, sebaiknya dan seharusnya mereka memiliki atlet," ujar Rasman, Senin (07/07/2025).
Namun ia menyadari bahwa kesiapan masing-masing daerah berbeda-beda, baik dari segi sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun prioritas anggaran. Karena itu, pembinaan olahraga harus disesuaikan dengan potensi unggulan lokal.
"Dalam aturan Perpres 86 tentang DBON itu, terkait dengan penyelenggaraan keolahragaan, memang hanya kabupaten/kota diminta untuk melakukan pemetaan cabang olahraga yang diunggulkan dan diandalkan untuk dilakukan pembinaan. Tidak semuanya," katanya.
Rasman juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan POPDA, salah satu syarat pertandingan adalah jumlah minimal peserta pada setiap nomor. Jika tidak memenuhi jumlah tersebut, pertandingan tidak dapat digelar, sehingga daerah harus mempertimbangkan dengan matang saat memilih cabor untuk dikembangkan.
"Pensyaratan di POPDA itu dalam satu nomor tanding minimal empat peserta. Kalau kurang dari itu ya tidak boleh dipertandingkan," tuturnya.
Dengan pendekatan tersebut, Dispora berharap daerah tidak hanya ikut serta secara administratif, tetapi benar-benar memiliki atlet potensial yang bisa dikembangkan untuk mewakili Kalimantan Timur ke jenjang yang lebih tinggi.(adv/DisporaKaltim/yhon)
