Ditemukan Lagi Aksi Jukir dengan Karcis Parkir Ilegal di GOR Segiri Samarinda

Wujud karcis parkir yang diduga ilegal beredar di GOR Samarinda, Kalimantan Timur. Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Didi Zulyani, menanggapi laporan warga yang mendapatkan karcis ilegal di kawasan Gor Segiri Samarinda, Senin (18/9/2023).

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Salah satu warga Kota Samarinda bernama Leli, mengaku menemukan karcis parkir yang diduga ilegal di kawasan GOR Segiri Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

 

Ia mengaku menerima karcis tersebut pada saat ia hendak mendatangi sebuah rumah makan bersama rekannya di kawasan GOR Segiri pada Minggu (17/9/2023) sekitar pukul 18.00 Wita.

 

"Saya mau makan mie ayam bersama rekan saya, saat saya masuk dan mau parkir, ada jukir yang langsung beri saya karcis," ungkap Leli pada media.

 

Karcis tersebut bertuliskan tarif sebesar Rp 3 ribu dengan cap stempel berwarna merah bertarif Rp 5 ribu.

 

Melihat bentuk karcis yang diberi dalam keadaan telah terobek, ia mencoba mengonfirmasi kepada juru parkir tersebut.

 

"Saat melihat karcis saya tanya, ini dari UPTD Gor Segiri atau bukan, tapi dia diam saja dan saya diminta Rp 5 ribu," ungkapnya.

 

Sehingga ia mau tidak mau tetap membayar karcis dengan masih bertanya-tanya.

 

Dengan pengakuan Leli, TribunKaltim.co, mencoba melakukan konfirmasi secara langsung dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Samarinda.

 

Didi Zulyani selaku Kepala Bidang Lalu Lintas  Jalan Dishub Samarinda, mengatakan bahwa saat ini UPTD Gor Segiri sudah tidak lagi mengeluarkan karcis parkir.

 

UPTD tidak boleh dan tidak memproduksi lagi, berarti ini ilegal," jelasnya.

 

Sebab sejak beberapa waktu lalu, UPTD sudah tidak memproduksi dan tidak menyebarkan karcis, terlebih dalam bentuk demikian.

 

"Kemungkinan itu karcis yang lama, dan sebenarnya sudah tidak boleh lagi disebarkan di lingkungan Gor," beber Didi.

 

UPTD ambil Rp 5 Ribu pun juga tidak boleh, mengambil pun harus sesuai dengan tarif.

 

"Sesuai peraturan," tambahnya.

 

Menanggapi laporan tersebut, Didi mengaku akan menindaklanjuti.

 

"Akan kaami tindak, terlebih tarif yang di tarik tidak sesuai," tutupnya.(yal)

 

Sumber : kaltim.tribunnews.com