Gerakan Pangan Murah: Cegah Inflasi, Edukasi Pola Konsumsi, hingga Mencegah Stunting

TERJANGKAU: Aktivitas GPM menjadi incaran warga, karena menjajakan sembako berharga lebih miring dari pasar tradisional.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Masyarakat berhak mendapat akses untuk menjangkau pangan murah dan berkualitas. Hal tersebut kemudian dijawab Pemprov Kaltim dengan menggelar gerakan pangan murah (GPM).

 

Mereka menggelar secara serentak di 32 titik di Kaltim, melibatkan lebih 60 tenant, seperti Bulog, UMKM, kelompok tani, dan BUMN. Pada GPM itu, mereka menjajakan komoditas seperti beras, sayur, telur, daging, hingga produk olahan, dengan nilai yang lebih murah dari pasar tradisional.

 

“Pangan murah ini harus dirasakan semua warga, dari kota hingga perbatasan,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesra, Arief Murdiyatno saat menghadiri GPM di Museum Samarendah, Sabtu (2/8).

 

GPM juga dianggap strategis dalam menekan inflasi dan mengedukasi pola konsumsi masyarakat, termasuk untuk mencegah stunting. Arief menekankan pentingnya peran kader PKK dalam menyebarkan edukasi gizi di rumah tangga.

 

“Ketahanan pangan bukan soal ketersediaan saja, tapi juga soal keterjangkauan dan kesadaran konsumsi yang sehat,” tambahnya. Masyarakat pun menyambut baik. Ilham (40), warga Samarinda, menyebut GPM sangat membantu kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau.

 

"Saya rasa kegiatan GPM ini bagus aja. Di sini lengkap, dari beras, ikan, sayur, sampai buah-buahan ada. Harganya juga lebih murah dan segar,” pungkasnya. (adv/diskominfokaltim/*/pt/wan)