Habiskan Anggaran Rp 1,1 Miliar, Tugu Pesut di Simpang Lembuswana Jadi Ikon Baru Kota Samarinda

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Tugu Pesut di kawasan simpang Lembuswana jadi ikon teranyar Kota Samarinda.

 

Diketahui pembangunan Tugu Pesut itu menghabiskan anggaran Rp 1,1 Miliar.

 

Tugu berwarna merah tersebut memiliki tinggi 8 meter yang terbuat dari konstruksi baja berlapiskan kabel plastik daur ulang.

 

Tugu tersebut diketahui mencerminkan bentuk siluet Pesut Mahakam, hewan khas Sungai Mahakam yang terancam punah.

 

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, Uwim Mursalim menyebut bahwa proyek pembangunan Tugu Pesut Mahakam ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2024 dengan total anggaran Rp 1,1 miliar. 

 

Selain tugu, area di sekitarnya juga dilengkapi dengan lampu sorot, jalur pejalan kaki, dan area hijau yang dirancang untuk mempercantik kota sekaligus memberikan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.  

 

"Saat ini warga Samarinda sudah bisa menikmati ikon baru ini, yang menampilkan gambaran tubuh Pesut Mahakam," ujar Uwim. 

 

Ia menambahkan bahwa tujuan utama pembangunan tugu ini adalah mengangkat kembali identitas Pesut Mahakam yang populasinya semakin menurun. 

 

"Ini merupkan salah satu upaya untuk mengingatkan masyarakat tentang hewan khas kita yang hampir punah," katanya.  

 

Uwim menjelaskan, sebelum konstruksi dimulai, setidaknya terdapat tiga desain yang diajukan oleh tim perencana kepada Wali Kota Samarinda, Andi Harun. Desain yang dipilih adalah yang kini berdiri megah.

 

"Informasinya begitu dari tim perencana. Namun kami hanya bertugas sebagai pelaksana saja," tambah Uwim.

 

Menambahkan, Kabid Cipta Karya DPUPR Samarinda Andriani Hanina menjelaskan bahwa bentuk tugu tersebut memang dirancang sebagai siluet Pesut Mahakam.

 

"Menurut arsiteknya, ini adalah representasi siluet pesut," tuturnya, Rabu (1/1/2025).

 

Namun, hingga saat ini, waktu peresmian Tugu Pesut Mahakam masih menunggu arahan dari Wali Kota Samarinda.

 

"Kami mengikuti arahan saja soal peresmian," singkat Andriani. (yal/wan)


 

Sumber : kaltim.tribunnews.com