Kaltim Siap Sambut Peringatan Hari Kearsipan Nasional Ke-53
FOTO : Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, Mohammad Syafranuddin di depan wartawan menjelaskan kaltim siap menjadi tuan rumah Hari Arsip Nasional, di ruang Balai Pustaka, Senin (27/5/2024).
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Setiap tanggal 18 Mei, Indonesia memperingati Hari Kearsipan Nasional, sebuah momentum penting yang berawal dari lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan.
UU tersebut menjadi landasan hukum untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional terkait perencanaan, pelaksanaan, dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan.
Pada tahun 2024, Kalimantan Timur terpilih menjadi tuan rumah peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-53, sebuah kehormatan yang disambut dengan penuh antusias.
Menyambut pagelaran istimewa ini maka di adakan konferensi pers Rakornas Kearsipan Tahun 2024 di Ruang Balai Pustaka, lantai 2, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Ir Juanda No 4, Samarinda. Senin, (27/5/2024).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Syafranuddin, memberikan penjelasan terkait persiapan acara besar ini.
“Untuk persiapan Hari Kearsipan Nasional ke-53, kami menyambut sekitar 1.300 tamu yang akan menghadiri acara ini. Alhamdulillah, hotel-hotel di Samarinda seperti Fugo, Bumi Senyiur, dan Mercure semua penuh. Ini menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujar Syafranuddin.
Dalam rangka menyambut tamu-tamu dari berbagai daerah, DPK Kalimantan Timur telah menyiapkan cinderamata berupa pernak-pernik khas Kalimantan Timur, seperti anjat, yang diisi dengan Macbook, pulpen manik, dan kain tenun.
Anjat adalah tas rotan khas suku Dayak yang untuk acara ini sebagian diperoleh dari Kalimantan Tengah, sementara batik khas dapat ditemukan di Kalimantan Timur sendiri.
Menurut Syafranuddin, Salah satu daya tarik utama yang menarik banyak orang ke Kalimantan Timur adalah Ibu Kota Negara (IKN) yang baru. ketika pihaknya membuka tur ke IKN, peminatnya terus meningkat.
“Sudah hampir 450 orang yang akan ikut tur ke IKN,” tambah Syafranuddin.
Sementara itu, Plt Sekretaris DPK Provinsi Kalimantan Timur, Taufik, SSos, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Hari Kearsipan Nasional ke-53 di tahun 2024 ini akan dilakukan dengan berbagai kegiatan yang berkolaborasi antara Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan DPK Provinsi Kalimantan Timur.
“Penetapan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah diputuskan dalam pelaksanaan Executive Board Meeting tahun 2023 di Banyuwangi, Jawa Timur. Jadi, saat Rakornas 2023, seluruh peserta memutuskan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah untuk tahun 2024,” jelas Taufik.
Rakornas Kearsipan Tahun 2024 ini menjadi ajang penting untuk menyatukan persepsi dan strategi dalam pengelolaan arsip di Indonesia.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya kearsipan dalam pembangunan nasional dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan arsip sebagai warisan bangsa.
Dalam konferensi pers tersebut, juga dijelaskan berbagai agenda yang akan dilaksanakan selama peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-53. Selain tur ke IKN, akan ada seminar, workshop, dan pameran yang menampilkan teknologi dan inovasi terbaru dalam bidang kearsipan.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku kearsipan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan serta membangun jaringan yang lebih kuat serta menjadi momentum bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk-produk khas Kaltim.
“Tentunya kita berharap dengan pelaksanaan peringatan hari kearsipan ke 53 di kaltim, akan menjadi momen untuk memperkenalkan kaltim ke luar, Bukan hanya makanan, pernak pernik, tetapi juga ke khas an yang ada disini,” jelas Taufik.
Dengan persiapan yang matang dan antusiasme yang tinggi, Kalimantan Timur siap menyambut peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-53. Semua pihak diharapkan dapat berkontribusi dalam menyukseskan acara ini, sehingga pesan penting tentang pentingnya kearsipan dapat tersebar luas dan dipahami oleh masyarakat.
Peringatan ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang mempersiapkan masa depan dengan lebih baik melalui pengelolaan arsip yang profesional dan berkelanjutan.(yka/wan)
