Kedalaman Skuat Borneo FC Samarinda Jadi Sorotan usai Gagal ke Final Championship Series Liga 1
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Kedalaman skuat Borneo FC Samarinda dituding menjadi salah satu sebab gagalnya Pesut Etam melangkah ke Final Championship Series Liga 1.
Ya, dalam laga semifinal kontra Madura United, Borneo FC Samarinda memang tidak dapat menurunkan skuat terbaiknya.
Dan, dalam dua leg semifinal, Borneo FC Samarinda takluk di kandang Madura United 1-0 dan kembali kalah di kandang, 2-3.
Hasil tersebut membuat Madura United berhak melaju ke partai final melawan Persib Bandung.
Kegagalan tersebut menjadi pukulan telak bagi Borneo FC Samarinda yang pada fase Regular Series tampil begitu meyakinkan, sehingga kembali jadi kandidat kuat juara pada babak Championship Series.
Namun, Borneo FC justru seperti kehabisan bensin setelah dipastikan menjadi tim pertama yang lolos ke Championship Series.
Tim asuhan Pieter Huistra menunjukkan tren penurunan dengan melewati tujuh laga tanpa kemenangan pada akhir musim Regular Series.
Pieter Huistra kini akan mencoba menutup musim dengan cara terbaik, yakni memenangi laga perebutan tempat ketiga Championship Series melawan Bali United.
Sepasang laga perebutan tempat ketiga Championship Series Liga 1 2023-2024 kontra Bali United akan digelar pada 25 dan 30 Mei mendatang.
“Mengakhiri musim ini, begitu sulit sekarang untuk melaluinya. Bali juga akan sulit dihadapi, tetapi hanya itu satu-satunya cara memperbaki tim,” ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Berkaca dari perjalanan tim musim ini, Pieter Huistra menekankan pentingnya Borneo FC menambah kedalaman skuad.
Ia pun optimistis pada musim depan Borneo FC akan kembali kompetitif.
“Musim depan tim harus lebih besar. Pemain baru akan memberikan energi yang baru dan kami sedang mengerjakan itu,” kata Pieter Huistra.
“Jadi kami mempunyai libur yang pendek tahun ini. Tapi kami akan kembali dengan banyak ambisi tentunya,” ujarnya menambahkan.
“Musim depan tim harus lebih besar. Pemain baru akan memberikan energi yang baru dan kami sedang mengerjakan itu,” kata Pieter Huistra.
“Jadi kami mempunyai libur yang pendek tahun ini. Tapi kami akan kembali dengan banyak ambisi tentunya,” ujarnya menambahkan.
Borneo FC yang menggantikan Persija, akan mewakili Indonesia bersama PSM Makassar dalam ajang itu.
Dengan demikian, Pesut Etam diprediksi akan banyak belanja pemain pada jendela transfer mendatang.
Kehilangan Banyak Pemain
Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, mengakui timnya sempat krisis pemain jelang semifinal Championship Series Liga 1 2023/2024.
Borneo FC sebenarnya tampil solid di Reguler Series dan berada di puncak klasemen.
Bahkan, mereka unggul delapan poin dari Persib Bandung di posisi kedua klasmen.
Namun, penampilan Borneo semakin menurun di Championship Series.
Stefano Lilipaly dkk harus tumbang dalam dua pertemuan melawan Madura United dan gagal lolos ke final.
Pieter Huistra menjelaskan, timnya sempat kehilangan banyak pemain.
Tepatnya, saat pemanggilan pemain ke timnas U-23 Indonesia.
Penderitaan ini berlanjut dengan beberapa pilar yang harus menepi karena cedera.
Akibatnya, mereka harus mengandalkan banyak pemain muda di tim.
"Kami tidak memiliki skuad yang besar."
"Setelah kehilangan empat pemain untuk timnas dan di waktu yang tidak tepat semua pemain cedera di waktu yang bersamaan."
"Kemudian pemain muda harus masuk di satu sisi itu tidak bagus karena bisa saja mempengaruhi hasil akhir," kata Pieter Huistra, Minggu (19/5).
Pelatih asal Belanda ini menilai bahwa kondisi ini tidak ideal.
Pemain muda seperti Alfharezzi Buffon dan Rivaldo Enero harus bertarung di laga penentuan nasib Borneo.
Dari segi pengalaman tentu mereka kalah karena tim lawan membawa pemain yang lebih senior.
Namun, pemain muda ini bisa mendapatkan banyak pengalaman untuk bersaing di musim depan.
"Saya sangat senang sekali melihat pemain seperti Ezzi dan Rivaldo bisa bermain."
"Memperlihatkan kemampuan mereka, tentu saja mereka tidak sempurna."
"Mereka tidak memiliki pengalamanan seperti pemain lain," ujarnya.
Bidik Peringkat Ketiga
Borneo FC kini membidik peringkat ketiga Liga 1 2023-2024 dengan mengalahkan Bali United.
Seperti yang diketahui, Borneo FC resmi gagal ke final setelah di kalahkan Madura United.
Tim berjuluk Pesut Etam itu tumbang dengan skor 2-3 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (19/5/2024).
Hasil ini membuat Borneo FC kalah agreggat dengan skor 2-4.
Setelah laga, pelatih Borneo FC, Pieter Huistra tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.
Kesedihan tersebut memang patut dirasakan.
Pasalnya, performa Borneo FC musim ini sejatinya cukup mengesankan.
Bahkan Borneo FC sukses menyandang status juara reguler series Liga 1 2023-2024.
"Kami tentu saja sedih dengan hasil ini."
"Pemain juga merasakan hal yang sama."
"Kami menekan, menciptakan peluang, lalu mencetak gol dan unggul pada babak pertama."
"Sayang pada babak kedua fisik pemain mulai menurun," kata Pieter Huistra, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Liga.
Pieter Huistra lalu meminta anak asuhnya untuk segera bangkit.
Mantan pelatih timnas Indonesia itu kini mengincar peringkat ketiga Liga 1 2023-2024.
Borneo FC nantinya bakal bertemu Bali United.
Pertandingan ini lagi-lagi digelar dua leg.
Leg pertama berlangsung di kandang Bali United pada 25 April 2024.
Sedangkan laga kedua digelar di kandang Borneo FC pada 30 April 2024.
"Saya belum tahu kondisi semua pemain tetapi secara mental bisa dilihat tapi harus bangkit dan menatap ke depan baik perebutan posisi ke-3 dan musim depan."
"Kita masih punya 2 pertandingan."
"Mudah-mudahan untuk laga selanjutnya lebih bagus," tuturnya.(yka/wan)
Sumber : kaltim.tribunnews.com
