Kelembagaan Petani Perlu Perhatian Bersama
Lewat Pendampingan Petani Atau Kelembagaan
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Saat ini perkembangan tanaman perkebunan di Provinsi Kalimantan Timur mengalami perkembangan pesat dan menjadi potensi untuk dikembangkan melalui 3 pola pengembangan yaitu perusahan besar pemerintah/swasta dan perkebunan rakyat.
Namun beberapa tahun ini pengembangan sektor perkebunan rakyat dipedesaan mengalami beberapa kendala atau permasalahan.
Beberapa kendala atau permasalahan yang dihadapi yakni luasan kebun rakyat terus bertambah akan tetapi masih rendahnya produktivitas tanaman petani, Lemahnya kelembagaan petani dan pengelolaan manajemen usaha serta hasil produk petani belum mampu berdaya saing dipasaran.
"Dari beberapa kendala atau permasalahan tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita bersama yaitu peran kelembagaan petani," kata Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kaltim Ahmad Muzakkir dalam hal ini diwakili Kepala Bidang Pengembangan Komoditi, Hj. RR. Zuraida Henny Hapsari pada Pelatihan Penumbuhan dan Penguatan Kelembagaan Petani Perkebunan Tahun Anggaran 2023, di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kukar, belum lama ini.
Dilihat keberadaan kelembagaan petani saat ini belum berjalan aktif atau belum terlihat perannya terhadap kemajuan petani. Salah satu contoh keaktifan pengurus, pertemuan kelompok, rencana kerja kelompok dan manajemen atau administrasi kelompok yang belum berjalan dengan baik.
Untuk itu kelembagaan petani perlu menjadi perhatian bersama baik itu di tingkat provinsi atau kabupaten dalam pembinaan dan pendampingan petani atau kelembagaannya. (adv/kominfo/wan)
