Krusialnya Peran Tim Tanggap Insiden Siber, Dituntut Harus Taktis dan Sigap

PENTING: Pertemuan virtual jadi salah satu cara BSSN mempererat koordinasi dengan TTIS dari berbagai daerah di Indonesia.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Ancaman siber kini semakin kompleks dan dinamis. Menghadapi kondisi tersebut, semua pihak harus bersatu-padu dan merapatkan barisan. Salah satunya dengan intens berkoordinasi antarpihak.

 

Berangkat dari hal tersebut, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggelar apel virtual bersama tim tanggap insiden siber (TTIS). Kegiatan terlaksana melalui platform Zoom Meeting pada Rabu (28/5). Dari Kaltim, turut hadir dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Sandimen Ahli Muda Agus Eko Santoso beserta TTIS.

 

Dari koordinasi yang baik, diharapkan terbangun sinergitas antartim tanggap insiden di berbagai sektor. Khususnya di lingkungan pemerintah pusat dan daerah. "Kita semua ingin memastikan bahwa persiapan kita menghadapi berbagai ancaman," ujar Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo.

 

Apel ini juga berfungsi sebagai sarana bertukar informasi terbaru terkait ancaman dan insiden siber yang sedang berkembang. Sekaligus wadah mengevaluasi kesiapan dan respons secara menyeluruh. "Jangan sampai dengan adanya tim tanggap insiden ini, upaya-upaya kita dalam penanganan ancaman siber justru melambat atau malah prosesnya birokratis," tegas Sulistyo.

 

Ia juga menambahkan bahwa apel pagi ini akan mengangkat agenda khusus berupa informasi generik dengan menghadirkan narasumber berkompetensi di bidangnya. Sulistyo juga menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai target pembentukan TTIS hingga 2025. Sebelumnya, telah terbentuk 313 tim baik di pemerintah pusat maupun daerah.

 

"Masih ada 415 kabupaten dan kota yang akan dibentuk," tambahnya. Ia menjelaskan bahwa TTIS tidak hanya berperan saat insiden terjadi. Mereka akan berperan dalam satu rangkaian waktu, mulai sebelum, selama, dan setelah insiden. Upaya pencegahan dapat dimulai dengan berbagi informasi mengenai potensi ancaman siber.

 

"Momen ini sangat penting, kita bisa saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam proses penanganan," kata Sulistyo. Apel ini diharapkan dapat terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi, serta membangun profesionalisme dalam menjalankan tugas untuk menjaga keamanan siber di Indonesia.

 

Kegiatan juga menghadirkan pemateri dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Ferry Astika Saputra. (adv/diskominfokaltim/Prb/ty/wan)