Lanjutkan Perjuangan, Lawan Kemiskinan dan Kebodohan

Refleksi Peringatan Hari Pahlawan

INSPEKTUR UPACARA: Akmal Malik memimpin jalannya upacara peringatan Hari Pahlawan di TMP Kesuma Bangsa Samarinda, Jumat (10/11).

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Penjajahan saat ini tidak lagi menggunakan senjata ataupun kekerasan. Skemanya telah berubah dengan saling berebut kemerdekaan dari sisi perekonomian. Indonesia adalah sasaran besar karena memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang luar biasa. Hal itulah yang kemudian harus dijaga dengan baik oleh "pahlawan" muda saat ini.

 

"Inilah tantangan sesungguhnya bagi generasi penerus untuk mengelola kekayaan alam dan juga potensi penduduk Indonesia bagi kejayaan bangsa dan negara," kata Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Samarinda, Jumat (10/11).

 

Membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini, Akmal menegaskan, tantangan ini bisa diatasi bila memaknai semangat yang ditunjukkan para pejuang 10 November 1945. "Tidak mudah memang, tapi pasti bisa. Karena, pahlawan bangsa telah mengajarkan kita nilai-nilai perjuangan. Nilai yang jika kita ikuti niscaya membawa jejak kemenangan," lanjutnya.

 

Upacara tersebut diikuti para kepala perangkat daerah (PD) lingkup Pemprov Kaltim, DPRD, serta unsur TNI dan Polri. Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Akmal Malik bertindak sebagai inspektur upacara (irup). Hari Pahlawan ke-78 tahun ini, diperingati dengan mengusung tema Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa dalam Memerangi Kemiskinan dan Kebodohan.

 

Tema ini diangkat melalui renungan yang mendalam untuk menjawab ancaman penjajahan modern yang kian nyata. Mengingat Indonesia merupakan pasar yang besar dan dikaruniai begitu banyak sumber daya alam yang luar biasa. Seperti tanah yang subur, hasil laut yang melimpah dan kandungan bumi yang menyimpan beragam mineral.

 

Dalam kesempatan tersebut Akmal juga menyampaikan, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran serta mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan kelompok dan atau diri sendiri.

 

"Para Pahlawan telah mengajarkan bahwa kita bukan bangsa pecundang. Kita tidak akan pernah rela untuk bersimpuh dan menyerah kalah. Sebesar apapun ancaman dan tantangan akan kita hadapi. Dengan tangan mengepal dan dada menggelora," ujarnya.

 

Sesuai tema peringatan Hari Pahlawan tahun ini, semangat untuk memberantas kebodohan dan memerangi kemiskinan dapat dilihat dan dirasakan denyutnya di seluruh pelosok tanah air. "Bersama kita bangun usaha dan ekonomi kerakyatan yang akan menjadikan Indonesia tumbuh menjadi negara yang makin maju, makin sejahtera," tutupnya.

 

Upacara diakhiri dengan peletakan karangan bunga dan penghormatan kepada arwah para pahlawan. Kemudian dirangkai dengan tabur bunga di makam pahlawan oleh para peserta upacara.

 

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Mayor Czi Yatiman dari Korem 091/ASN. Turut hadir dalam Upacara Hari Pahlawan, Sekprov Kaltim Sri Wahyuni, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto. (KRV/pt/adv/hms/kominfokaltim)