Markaca : Kecurangan Pemilu Sebagai Bumbu-bumbu Politik

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Isu kecurangan kembali menghiasi jagat politik Samarinda pasca pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 14 Februari lalu.

 

 

Tak jarang adanya saling tuding antar pendukung capres-cawapres dan caleg mewarnai proses rekapitulasi suara yang tengah berlangsung di setiap kecamatan.

 

Persoalan ini pun mendapat atensi dari Markaca selaku anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda.

 

Dirinya pun angkat bicara terkait fenomena ini dan menyebut bahwa tudingan kecurangan merupakan hal lumrah dalam politik, terutama bagi pihak yang tak berhasil memenangkan kontestasi ini.

 

"Itu hal biasa, apalagi ada pihak yang kalah. Dinamika politik memang seperti itu, umpamanya bumbu-bumbu politik," ujar Markaca (20/04/24).

 

Politikus Partai Gerinda ini pun menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil real count resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Sebab menurut pengamatannya di lapangan, hampir semua TPS menunjukkan kemenangan yang jelas, seperti dalam kasus paslon capres dan cawapres Prabowo - Gibran.

 

"Kalau kita lihat di lapangan, di hampir semua TPS menunjukkan kemenangan yang cukup signifikan di Prabowo-Gibran. Tapi kita tunggu hasil konkretnya saja," imbuhnya.

 

Di samping itu, dirinya juga menegaskan bahwa proses pemilihan berlangsung secara transparan, terlebih adanya saksi di masing-masing partai dan masyarakat sebagai pemilih.

 

Oleh sebab itu, menurut Markaca tudingan akan kecurangan perlu disikapi dengan jernih dan tanpa saling curiga.

 

"Pemilih dan saksi langsung melihat prosesnya. Jadi, kalau ada tuduhan kecurangan, mungkin itu hanya cara mereka melampiaskan rasa kecewa," katanya.

 

Dengan demikian, dirinya juga mengimbau masyarakat agar berlapang dada menerima hasil pilkada dan melanjutkan proses demokrasi dengan sikap dewasa. Mengingat hal tersebut merupakan kunci untuk menjaga stabilitas dan persatuan.

 

"Yang kalah harus bisa menghormati hasil yang sudah ditetapkan. Kita harus bersatu dan fokus pada pembangunan bangsa," pungkas Markaca. (adv/wan)