Menengok Ragam Aplikasi yang Dikembangkan Diskominfo Kaltim, Anwar Sadat: Dorong Pemerintahan Berbasis Digital

INTERAKSI: Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menunjukkan salah satu piranti yang digunakan untuk mengulas data dan statistik seputar Kaltim.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim kedatangan tamu dari jauh, Kamis (5/6). Kepala Diskominfo Bontang, Anwar Sadat, berkunjung untuk memperkuat kerja sama, koordinasi, dan bertukar informasi. Kedatangannya disambut oleh Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal.

 

Salah satu yang jadi atensinya yakni super app untuk masyarakat Kaltim, yaitu Satu Akses Kalimantan Timur alias Sakti. Aplikasi yang tengah dikembangkan Diskominfo Kaltim itu akan menjadi platform layanan digital yang terintegrasi dan terpadu.

 

Penjelasan seputar aplikasi Sakti disampaikan Fery selaku pelaksana tugas (plt) kepala Bidang Aptika Diskominfo Kaltim. “Ke depan, seluruh Kaltim dapat terintegrasi di dalam satu aplikasi Sakti. Terkait keamanan informasi, serta strategi pengelolaan data, agar dapat berjalan optimal, Sakti akan terhubung dengan sistem informasi,” jelas Faisal.

 

Setelah obrolan tersebut, interaksi itu berlanjut ke Command Center Diskominfo Kaltim. Di sana, Anwar Sadat dan rombongan dikenalkan dengan beragam fitur dan piranti yang sedang dikelola. Salah satunya aplikasi Sentra Analitik Data (Senada). Aplikasi tersebut berfungsi sebagai pusat data strategis untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data akurat dan real-time.

 

Faisal pun sempat menunjukkan informasi tentang angka tengkes alias stunting di wilayah Bontang. Data yang dipaparkan cukup mendetail, seperti nama hingga alamat warga yang terdampak stunting.

 

Rombongan dari Bontang juga dikenalkan dengan aplikasi Indonesia Indikator. Ini adalah sebuah sistem analisis berbasis media monitoring. Digunakan untuk memantau isu-isu strategis di masyarakat. Salah satunya tentang persepsi publik terhadap kepala daerah.

 

“Aplikasi ini mampu mengidentifikasi isu-isu yang muncul di berbagai kanal media, sehingga menjadi alat bantu penting dalam pengelolaan komunikasi publik dan pengambilan kebijakan yang responsif,” jelas Faisal.

 

Selepas kunjungan tersebut, Kepala Diskominfo Bontang Anwar Sadat mengapresiasi. Dia mengaku mendapat banyak pelajaran dari kunjungan ini. Terutama tentang pengelolaan aplikasi. “Mulai PPID, Sakti, Data Center. Yang paling penting adalah super app dengan menyiapkan data dari seluruh stakeholder kemudian bisa ditampilkan menjadi satu portal,” imbuhnya.

 

Ia berharap kunjungan ini menjadi langkah awal kerja sama yang lebih erat. Khususnya dalam hal pengembangan teknologi informasi yang mendorong pemerintahan berbasis digital, transparan dan partisipatif. (adv/diskominfokaltim/tp/pt/wan)