Penurunan Angka Stunting Jadi Fokus P2KB Kutai Timur
TITIKWARTA.COM - SANGATTA - Jumlah anak yang mengalami stunting terus menunjukkan tren penurunan yang positif, dengan data terakhir pada September 2024 mencatat penurunan sebanyak 53 anak, dari 1.801 menjadi 1.748 anak. Dimana pada Juni 2024, tercatat keluarga yang tergolong berisiko stunting sebanyak 4.324 keluarga.
Sekretaris TPPS sekaligus Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Achmad Junaidi B, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait kebijakan serta capaian yang telah diraih dalam upaya memerangi stunting.
"Kami sedang menyusun draft Peraturan Bupati Kutai Timur yang mengatur peran dan fungsi TPPS dalam upaya percepatan penurunan stunting. Draft ini diharapkan bisa menjadi landasan kuat untuk memperkuat kerangka kerja kami," ujar Junaidi saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kutim, mewakili Pjs Bupati Kutim, belum lama ini.
Diakui, dengan adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai sektor, pihaknya optimistis angka stunting akan terus turun. Semua pihak telah berkomitmen untuk mengawal implementasi kebijakan ini agar berjalan sesuai harapan.
Melalui rakor dimaksud, Kabupaten Kutim memperkuat tekadnya untuk menjadi wilayah yang bebas dari stunting. Kolaborasi aktif antara instansi pemerintahan dan mitra kerja Program Bangga Kencana serta BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) menjadi ujung tombak keberhasilan program ini. Rencana implementasi regulasi baru ini diharapkan segera rampung, sehingga dapat langsung diaplikasikan di lapangan.
Dengan pencapaian ini, Kutim berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan komitmen bersama untuk menurunkan stunting dan mengamankan masa depan generasi penerus bangsa. (adv/tw)
