Praktisi Kehumasan Diharapkan Berperan Aktif Menyampaikan Pesan Pembangunan ke Masyarakat
SAMBUTAN: Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim M Syirajudin membuka kegiatan Forum Bakohumas di Balikpapan, Kamis (19/6).
TITIKWARTA.COM - BALIKPAPAN - Salah satu “alat” pemerintah dalam mewujudkan program strategis adalah komunikasi publik. Dari sana, pemerintah bisa merengkuh kepercayaan dari masyarakat, kemudian memuluskan jalan untuk mewujudukan segala program pembangunan.
Untuk bis mewujudkan hal tersebut, praktisi kehumasan diharapkan bisa berperan aktif. Sebab, sebagai praktisi ilmu komunikasi, mereka diyakini mampu mendiseminasikan informasi dari pemerintah ke masyarakat yang memiliki latar belakang dan kemampuan menangkap informasi yang beragam.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim M Syirajudin. Dia sampaikan saat membuka Forum Bakohumas 2025 di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Kamis (19/6).
Dalam pembangunan di Kaltim, praktisi kehumasan diharapkan bisa mendukung pemerintah mewujudkan program Gratispol dan Jospol. “Sebesar apa pun program, jika tidak dipahami dengan benar oleh masyarakat, dampaknya tidak akan optimal. Di sinilah peran humas dan media sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Gratispol merupakan program prioritas Pemprov Kaltim yang mencakup berbagai layanan gratis. Seperti bantuan operasional sekolah provinsi (BOSP), baik negeri maupun swasta, dengan standar biaya yang tinggi dan berkeadilan.
“Tidak hanya itu, Pemerintah juga menyediakan beasiswa penuh dari jenjang diploma, sarjana, profesi, hingga program spesialis dan doktoral. Pemprov juga memberikan seragam sekolah nasional lengkap dengan tas dan sepatu secara gratis kepada siswa kelas X di SMA, SMK, MA, dan SLB, negeri dan swasta,” tambahnya.
Tidak hanya itu, program itu juga menyasar ke bidang lain. Seperti umrah gratis untuk penjaga rumah ibadah. Internet desa gratis, hingga biaya administrasi rumah gratis bagi warga berpenghasilan rendah.
Adapun Jospol merupakan strategi pembangunan lokal yang berfokus pada penguatan sektor pertanian, hilirisasi industri, inovasi, kesejahteraan pendidik, ekonomi kreatif, pariwisata berbasis desa, hingga kemudahan investasi di Kaltim.
“Semua program ini butuh dukungan narasi dan komunikasi publik yang kuat. Kami mengajak Bakohumas dan media menjadi motor penggerak partisipasi publik, agar masyarakat merasa memiliki dan terlibat dalam pembangunan,” tegasnya.
Syirajudin berharap Forum Bakohumas ini menjadi momen memperkuat kolaborasi dan sinergi antarhumas di Kaltim untuk menyukseskan program-program pembangunan daerah secara berkelanjutan. (adv/diskominfokaltim/ade/pt/wan)
