Ragam Hayati Danau Kakaban

Ada Ubur-Ubur Tak Menyengat

TITIKWARTA.COM - BERAU - Pesona Kepulauan Dewaran tak pernah habis untuk dibahas. Mulai dari keindahan air lautnya hingga keanekaragaman fauna bawah lautnya. Dari berbagai macam spot indah di Pulau Derawan, salah satunya Danau Kakaban.

 

Danau ini tergolong danau endemik dan dinominasikan sebagai historical heritagesite oleh UNESCO karena keunikannya. Danau ini memiliki kedalaman 11 meter dan terkenal dengan ubur-uburnya yang jinak.

 

Meskipun ubur-ubur dikenal sebagai hewan air yang bisa menyengat, ubur-ubur Kakaban tidak menyengat karena telah hidup di danau yang terisolasi dari laut selama beberapa generasi dan, tanpa predator, mereka kehilangan kemampuan menyengat.

 

Danau Kakaban memiliki empat spesies ubur-ubur, lebih banyak dari Danau Ubur-ubur di Palau yang hanya memiliki dua spesies ubur-ubur. Empat spesies di Danau Kakaban adalah ubur-ubur bulan, ubur-ubur terbalik, ubur-ubur totol, dan ubur-ubur kotak. Untuk merasakan sensasi berenang bersama ubur-ubur tanpa tersengat, wisatawan bisa datang langsung ke Danau Kakaban, namun harus berhati-hati dan menjaga kelestarian ubur-ubur tersebut.​

 

Tetapi, keindahan itu justru berkurang nilainya akibat adanya sampah-sampah plastik yang berserakan di tepi pantai Pulau Maratua. Sampah-sampah itu bukan hanya dari limbah rumah tangga, namun juga ada yang dari luar negeri.

 

Tokoh Masyarakat Maratua Eeng Pratasaba menyebut kebanyakan sampah yang ada di Pulau Maratua ini kiriman dari negara Malaysia dan Filipina.

 

Sampah dari luar negeri itu terbanyak nanti datangnya saat angin utara yaitu sekitar Januari sampai Maret. "Di Januari sampai Maret itu banyak sampah dari Malaysia dan Filipina melintas dan nyangkut di sini. Itu kendala kita banyak sampah plastik," akunya.(adv/wan)