Satukan Visi Kendalikan Inflasi
JADI PERHATIAN: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto menyebut ada beberapa komoditas yang menjadi biang berdenyutnya angka inflasi di Kaltim.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) se-Kaltim terus berupaya mengendalikan inflasi. Beberapa langkah telah mereka tempuh. Salah satunya melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
TPID Kaltim beserta TPID kabupaten/kota se-Kaltim telah melaksanakan program-program pengendalian inflasi berdasarkan kerangka strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Untuk keterjangkauan harga, telah terlaksana gerakan pangan murah (GPM) serentak di Samarinda, Bontang, dan Kutai Kartanegara pada 16 Oktober 2023. Komunikasi efektif juga mereka jalankan dengan rutin melaksanakan rapat koordinasi.
Selain itu, juga ada inspeksi mendadak pasar di Samarinda guna memantau harga-harga di pasaran pada 18 Oktober 2023. Langkah serupa juga dilakukan TPID Kaltim yang dipimpin Penjabat Gubernur Kaltim bersama Bank Indonesia, Sekretaris Provinsi Kaltim, BPS Kaltim, Bulog serta dinas terkait pada 28 Oktober 2023 di Pasar Segiri.
Ke depannya, TPID Kaltim akan terus bersinergi guna menjalankan program pengendalian inflasi melalui strategi 4K guna pengendalian inflasi. Harapannya ke depan, inflasi yang terkendali dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kaltim menuju masyarakat yang lebih sejahtera.
Pengendalian inflasi menjadi begitu krusial, mengingat pada Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 kota di Kaltim pada periode Oktober 2023 relatif terkendali di tengah kenaikan permintaan yang tinggi untuk komoditas volatile food. Itu merupakan dampak pembangunan IKN Nusantara yang semakin tinggi.
Saat ini gabungan 2 kota IHK di Kaltim tercatat mengalami inflasi 0,19 persen (mtm), atau sebesar 3,09 persen (yoy) atau 2,68 persen (ytd). Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Budi Widihartanto, Jum'at (3/11).
Budi mengatakan, laju IHK pada bulan ini mengalami inflasi yang lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, yakni sebesar 0,12 persen (mtm) dengan laju inflasi tahunan 3,07 persen (yoy) dan inflasi tahun kalender sebesar 2,49 persen (ytd).
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memiliki andil inflasi tertinggi, disusul kelompok transportasi. Seiring kenaikan sejumlah harga pangan, saat ini beras masih mengalami kenaikan harga sejak bulan lalu, di tengah keterbatasan pasokan. Selain itu, daging ayam ras dan cabai rawit juga mengalami peningkatan harga seiring pasokan yang juga mulai mengalami keterbatasan.
Di samping itu, tarif angkutan udara kembali meningkat setelah di periode sebelumnya mengalami deflasi. Harga bensin masih melanjutkan peningkatan sehingga turut meningkatkan laju kelompok ini. (prb/ty/adv/hms/kominfokaltim)
