Tebalkan Rasa Cinta Budaya Daerah, Ingatkan Kembali Kearifan Busana Tradisional Kutai
ELOK: Para peserta mengenakan pakaian bernuansa traidisional Kutai dalam kegiatan yang digagas oleh DWP Kaltim.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Modernisasi rawan mengikis eksistensi kebudayaan. Hal tersebut kemudian menjadi perhatian Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kaltim. Untuk menebalkan kembali rasa cinta terhadap kebudayaan Nusantara, mereka menggelar seminar menengal adat dan budaya Kaltim. Kali ini mereka mengusung tentang busana tradisional Suku Kutai.
Kegiatan tersebut terlaksana di aula Dinas Sosial Kaltim, Kamis (14/8). Hadir sebagai narasumber owner Hesandra Indonesia Fanti Wahyu Nurvita dan pengurus DWP Kaltim Ima Chelwina.
Ketua DWP Kaltim Nurul Atika Ujang menegaskan pentingnya mengenal dan mencintai budaya daerah. “Tidak hanya memperkaya wawasan, kegiatan ini juga memperkuat rasa cinta tanah air. Kaltim memiliki kekayaan budaya luar biasa, salah satunya busana tradisional Kutai yang menjadi ikon budaya kebanggaan,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, busana tradisional Kutai bukan hanya indah secara visual, tetapi penuh makna dan filosofi. Setiap motif, warna, dan bentuk mencerminkan keagungan, kehormatan, dan nilai-nilai luhur masyarakat Kutai.
“Dengan mempelajarinya, kita turut menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus menanamkan nilai kebhinekaan kepada generasi muda. Saya berharap anggota DWP dapat menjadi pelopor pelestarian budaya, mengenalkannya tidak hanya kepada keluarga, tetapi juga kepada masyarakat luas,” tambahnya.
Kegiatan ini diapresiasi hadirin. Sebab, tidak hanya membahas sejarah dan filosofi busana, mereka juga mendapat wawasan seputar detail motif dan tata cara pakai yang sesuai tradisi.
Nurul berterima kasih kepada panitia dan narasumber yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. “Semoga seminar ini memberikan manfaat, mempererat tali silaturahmi, dan menjadi langkah kecil namun berarti dalam pelestarian budaya bangsa,” tutupnya. (adv/diskominfokaltim/ade/pt/wan)
