Tingkatkan Kesadaran Penyalamatan Naskah Kuno
DIGITALISASI: Demi menjaga keaslian naskah kuno, DPK Kaltim melakukan alih media dengan memindainya menjadi gambar digital.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Naskah kuno menjadi saksi perjalanan sebuah peristiwa di masa lampau. Rangkaian temuan tersebut diharapkan bisa memberi informasi lebih mendetail tentang sejarah yang kemudian bisa dipelajari pada era kini.
Sudah menjadi tugas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltim untuk menyelamatkan naskah kuno yang terserak di berbagai penjuru Bumi Etam. Tantangannya, naskah kuno itu tidak melulu ditulis di atas kertas. Sebab, dari berbagai temuan, ada pula yang ditulis di atas daun lontar. Pun ada dalam kitab, tetapi bukan berbahasa yang umum digunakan pada masa kini, yakni seperti bahasa melayu, jawa, arab, atau sanskerta.
"Naskah-naskah kuno itu merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan disimpan di perpustakaan," kata Kepala Bidang Deposit, Pelestarian, dan Pengembangan Koleksi Bahan Perpustakaan DPK Kaltim Endang Effendi, Rabu (8/11).
Ia menyebutkan, naskah-naskah kuno tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, dan ilmiah yang tinggi. Endang mengungkapkan pada 2024 nanti, DPK Kaltim melalui program-program khusus untuk menyosialisasikan pentingnya menyelamatkan dan melestarikan naskah kuno dengan menyimpannya di perpustakaan daerah.
Ia mengatakan proses penyelamatan naskah kuno tersebut melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti pemilik naskah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Untuk itu, DPK Kaltim memberikan bantuan berupa fasilitas, perlengkapan, dan tenaga ahli untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan menginventarisasi naskah-naskah kuno tersebut.
"Kami juga memberikan insentif berupa sertifikat, piagam, atau bantuan lainnya kepada pemilik naskah yang bersedia menyerahkan naskah kuno mereka ke perpustakaan," katanya.
Endang menambahkan, DPK Kaltim berupaya mengembangkan koleksi naskah kuno tersebut dengan cara meneliti, menerjemahkan, transkrip, publikasi, hingga digitalisasi. Tujuannya adalah untuk memudahkan akses dan penggunaan naskah kuno oleh masyarakat, khususnya para peneliti, mahasiswa, dan pelajar.
"Kami berharap dengan adanya program penyelamatan naskah kuno ini, masyarakat dapat lebih menghargai dan memanfaatkan naskah kuno sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi," kata Endang.
DPK Kaltim mengumpulkan naskah kuno karena berharap generasi muda Kaltim dapat mengetahui sejarah serta menjadikan sejarah sebagai sarana pembelajaran bagi generasi mendatang. (sef/pt/adv/hms/kominfokaltim)
