AKSA DAN KEKACAUAN KECIL BERNAMA SMP (1)

Episode 1 - Grup Kelas yang Tidak Pernah Tidur

 

Aksa punya cita-cita sederhana malam itu: tidur cepat.

Besok ada ulangan Matematika.

Pukul 20.30, ia sudah mandi, sudah pakai piyama, bahkan buku Matematika sudah terbuka di atas meja.

“Besok aku harus dapat nilai bagus,” katanya penuh keyakinan.

Ponselnya berbunyi.

TING!

Grup kelas.

Salsa:
Guys, besok ada tugas nggak?

Aksa membaca, lalu meletakkan ponsel.

Tidak perlu ikut campur.

TING!

Bimo:
Kayaknya ada.

TING!

Dimas:
Kayaknya apa?

TING!

Bimo:
Ya... kayaknya.

Aksa mulai kesal.

Ia kembali membaca buku.

Lima menit kemudian...

TING! TING! TING!

Entah siapa yang memulai, pembicaraan sudah berubah menjadi perdebatan tentang apakah besok memakai seragam putih-biru atau batik.

Aksa akhirnya ikut mengetik.

Aksa:
Putih-biru lah. Hari Kamis.

Salsa membalas.

Salsa:
Besok Jumat, Aksa.

Aksa melihat kalender.

Diam.

Ia menghapus pesan yang belum terkirim.

Terlambat.

Dimas:
Pantesan dari tadi kamu belajar Matematika. Besok bukan ulangan.

Aksa langsung duduk tegak.

“APA?”

Ia membuka jadwal.

Benar.

Ulangan Matematika lusa.

Aksa tersenyum lega.

“Berarti aku bisa santai.”

Lima detik kemudian, grup kembali berbunyi.

Salsa:
Oh iya, besok dikumpulkan tugas Bahasa Indonesia.

Aksa membeku.

Tugas Bahasa Indonesia.

Yang belum dikerjakan.

Pukul 22.47, Aksa masih mengetik.

Pukul 23.31, tugas selesai.

Pukul 23.32, grup kelas kembali ramai.

Bimo:
Guys, ada yang tahu besok masuk jam berapa?

Aksa menatap layar dengan mata merah.

Ia mengetik:

07.15.

Lalu menambahkan:

Dan kalau ada yang tanya lagi, aku keluar grup.

Dimas membalas:

Besok jangan lupa masuk sekolah.

Aksa meletakkan ponselnya.

“Terima kasih, Dimas. Informasi yang sangat berguna.”

Malam itu Aksa akhirnya tidur pukul 00.03.

Bukan karena belajar.

Bukan karena mengerjakan tugas.

Tetapi karena terlalu sibuk membaca percakapan yang sebenarnya tidak perlu ia ikuti.

Sejak malam itu, Aksa membuat aturan baru:

Kalau tidak penting, tidak harus dibalas.

Meski, tentu saja...

Aturan itu hanya bertahan sampai besok malam ketika seseorang mengirim meme kucing ke grup kelas.

Aksa membalas dalam waktu tiga detik.

Aksa:
WKWKWKWK 😭

Namanya juga proses.