APBD Kutim 2024 Diminta Ketua Fraksi Nasdem Kajang Lahang DIgarap Maksimal
TITIKWARTA.COM - SANGATTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Kajang Lahang mengungkapkan penyampaian dan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) adalah salah satu tahapan dalam penetapan APBD Tahun 2024.

Menurut Pandangan Fraksi Nasdem, seharusnya rancangan APBD 2024 disusun berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 12 tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
APBD 2024 merupakan salah satu kebijakan di bidang keuangan yang dibuat serta diterapkan untuk mendukung pelaksanaan tujuan dan sasaran pembangunan daerah.
“Sudah sepatutnya agar kegiatan pembangunan daerah yang didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) serta KUA PPAS 2024,” harapnya.
Lebih lanjut, Ketua Fraksi Nasdem itu, menjelaskan bahwa rancangan APBD 2024 sebagai perencanaan yang dapat dijadikan acuan bagi setiap Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Kutim, dalam menentukan batas maksimal anggaran untuk alokasi program dan kegiatan yang akan mengarah pada masyarakat lokal, ataupun memberdayakan apa yang dimiliki untuk mendorong percepatan pembangunan di Kutim.
Selain itu, keadilan sosial dan pembukaan aksesbilitas ekonomi pedesaan. Sebab, investasi di Kutim didominasi oleh Kecamatan Sangatta Utara, Bengalon, Kaubun dan Kecamatan Kaliorang, di mana kecamatan ini mendominasi investasi di Kutim.
“Sedangkan di kecamatan lainnya menjadi daerah minim investasi. Dampak yang dirasakan adalah minimnya infrastruktur pembangunan wilayah, meningkatnya pengangguran terbuka dan tingginya angka kemiskinan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kajang juga menegaskan persoalan dasar layanan publik yang menjadi kewajiban Pemkab Kutim, yakni pendidikan dan kesehatan yang tetap menjadi fokus perhatian.
Karena, Beberapa kritik mengenai sektor pendidikan yang muncul adalah kualitas layanan pendidikan, minimnya pendidikan lanjut atau tingkat sarjana bagi pemuda pedesaan dan aksesbilitas untuk meningkatkan pendidikan skil atau kejuruan.
Dan juga kritik atas pendidikan mahal menjadi penting untuk diperhatikan. Selain itu, aksebilitas untuk memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi bagi pemuda desa untuk meningkatkan SDM juga layak diperhatikan untuk menaikkan indikator capaian bidang pendidikan.
"Fraksi Nasdem mengucapkan terima kasih kepada pimpinan rapat yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan pandangan umum fraksi,” pungkasnya. (adv/yal)
