BPBD PPU Catat Delapan Rt Terendam Banjir
TITIKWARTA.COM - PENAJAM – Hujan deras yang mengguyur Desa Karang Jinawi sejak Selasa malam (8/4/2025) memicu luapan air Sungai Miyango. Dalam beberapa jam, air sungai membanjiri permukiman warga hingga menyebabkan lebih dari setengah wilayah desa tergenang.
BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat, banjir menggenangi delapan RT dan berdampak pada 139 rumah serta 395 jiwa. Banyak warga yang terpaksa dievakuasi sementara setelah air tiba-tiba masuk ke dalam rumah pada tengah malam.
“Kami terima laporan sekitar jam 6 pagi. Setelah itu, tim langsung ke lokasi untuk membantu warga,” kata Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro.
Ia menjelaskan, curah hujan yang tinggi membuat debit Sungai Miyango naik drastis. Permukiman yang berada di sekitar bantaran sungai menjadi wilayah paling terdampak karena tidak memiliki pelindung banjir alami.
“Dari jam 10 malam hujan mulai deras dan tak berhenti sampai dini hari. Kondisi seperti ini memang rawan banjir, terutama untuk rumah-rumah di dataran rendah,” ungkapnya.
Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan pemerintah desa melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan logistik darurat. Beberapa kendaraan milik warga juga sempat terjebak di genangan dan berhasil diselamatkan.
BPBD juga memantau tinggi muka air (TMA) dan terus melakukan asesmen kondisi di lapangan untuk mengetahui kemungkinan banjir susulan. Meski air sudah surut dari rumah warga, akses jalan desa masih terhalang genangan.
“Kami imbau warga agar tetap waspada dan tidak beraktivitas di sekitar sungai hingga kondisi benar-benar aman,” ucap Kuncoro.
Sebagai langkah lanjut, BPBD akan melakukan evaluasi titik rawan dan memperkuat sistem peringatan dini bencana. Pemerintah juga diminta mempercepat program mitigasi banjir seperti normalisasi sungai dan peningkatan saluran drainase.
“Kami akan terus berkoordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan ini tidak berhenti pada tanggap darurat saja, tapi juga ada langkah jangka panjang,” tutupnya. (adv/wan/yal)
