Dispora Kaltim Bekali Pemuda dengan Literasi Digital untuk Hadapi Era Tekno
Foto: Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Margaretha.(Yhon)
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dalam menjawab tantangan zaman, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur mengambil langkah nyata untuk membekali generasi muda dengan keterampilan literasi digital. Melalui pelatihan khusus yang dirancang secara komprehensif, Dispora mendorong pemuda Kaltim agar lebih adaptif dan produktif di tengah perkembangan teknologi informasi.

Menurut Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Margaretha, program ini tak sekadar menekankan pada kemampuan dasar teknologi, tetapi juga mendorong kreativitas serta pemanfaatan digital untuk kepentingan ekonomi dan pengembangan diri.
“Kami ingin mengasah kemampuan mereka menjadi content creator dan belajar tentang pemasaran digital. Pemuda perlu memahami teknologi secara strategis dan bertanggung jawab,” ujarnya, Selasa (20/5/2025).
Pelatihan ini mencakup sejumlah materi penting, mulai dari cara membuat konten yang menarik, pemanfaatan media sosial untuk promosi, hingga teknik pemasaran digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini.
"Kami ingin membentuk pemuda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara strategis untuk tujuan produktif,” jelasnya.
Lebih jauh, program ini juga mendorong pemuda untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam membangun peluang, baik di ranah wirausaha digital maupun kontribusi sosial. Margaretha optimistis, keterampilan ini akan membuka banyak pintu bagi pemuda Kaltim di masa depan.
“Keterampilan digital ini akan membantu pemuda tidak hanya dalam hal pemasaran dan kewirausahaan, tetapi juga dalam pengembangan diri mereka,” ungkapnya.
Dengan kemampuan tersebut, menurutnya, anak muda Kaltim akan lebih percaya diri menghadapi persaingan global.
Dispora juga berharap agar pemuda Kaltim dapat menjadi promotor potensi lokal melalui media digital. Konten tentang UMKM, budaya daerah, dan pariwisata bisa menjadi sarana efektif untuk mengangkat citra Kalimantan Timur.Margaretha menegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap pelatihan ini dapat membuka peluang baru bagi pemuda Kaltim untuk berkembang, baik secara pribadi maupun secara ekonomi. Mereka bisa menjadi content creator profesional, wirausahawan digital, atau bahkan penggerak perubahan sosial,” tutupnya.(adv/yhon/wan)
