Dispora Kaltim Dorong Harmonisasi Internal dan Loyalitas ASN dalam Bekerja

Foto: Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kusuma.(Istimewa)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kusuma, menekankan pentingnya membangun suasana kerja yang solid, setara, dan penuh harmoni di lingkungan instansinya. Menurutnya, sinergi antarpegawai perlu terus diperkuat, tidak hanya melalui kinerja, tetapi juga dari aspek visual dan sikap kerja sehari-hari.

 

 

Dalam arahannya kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Dispora Kaltim, Agus menyoroti pentingnya keseragaman, baik dalam penampilan maupun pemahaman terhadap tugas dan tanggung jawab. Ia menilai, penggunaan seragam yang seragam merupakan simbol dari kedisiplinan dan keselarasan gerak dalam menjalankan tugas organisasi.

 

“Kalau kita ingin membangun komitmen bersama, maka hal-hal sederhana seperti pakaian dinas pun sebaiknya dibuat seragam. Jangan sampai muncul kesan bahwa ada yang lebih tinggi hanya karena warna baju yang berbeda,” jelas Agus di hadapan para pegawai, Jumat (4/7/2025).

 

Ia menambahkan, penyeragaman pakaian dinas juga bertujuan menghapus kesan adanya hirarki tidak resmi dalam struktur kerja. Rencana penyesuaian itu, menurutnya, bisa dimulai secara bertahap dalam waktu dekat.

 

“Bulan depan bisa kita mulai, supaya tidak ada lagi anggapan bahwa yang memakai baju coklat memerintah yang berbaju putih. Kita semua setara sebagai tim,” tegasnya.

 

Agus juga menekankan bahwa jabatan atau tampilan formal bukanlah tolok ukur utama dalam menilai kompetensi ASN. Sebaliknya, ia mengajak seluruh pegawai untuk lebih fokus pada peningkatan kapasitas intelektual, etika kerja, serta kemampuan menjalankan tugas secara mandiri dan profesional.

 

“Bukan soal pangkat, tapi seberapa kita memahami tugas kita, dan bagaimana kita bisa berkontribusi. Kepandaian itu penting, tapi harus dibarengi dengan komitmen dan rasa tanggung jawab,” ujarnya.

 

Dalam membangun tim yang tangguh, Agus menilai loyalitas sebagai fondasi utama. Ia mengakui bahwa kecerdasan dibutuhkan, namun kesetiaan terhadap lembaga adalah hal yang tak kalah penting. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa loyalitas juga harus dibarengi dengan kompetensi. Tidak boleh ada pembenaran terhadap loyalitas buta yang justru menghambat kinerja.

 

“Orang pintar itu perlu, tapi yang utama adalah orang yang setia. Orang yang bisa dipercaya, yang siap bekerja untuk kemajuan organisasi,” tuturnya.

 

Menutup arahannya, Agus mengajak seluruh ASN Dispora Kaltim untuk menyeimbangkan hubungan spiritual dan sosial dalam menjalankan pekerjaan. Ia juga menyoroti masih adanya miskomunikasi dalam lingkungan birokrasi. Untuk itu, ia berharap seluruh pegawai bisa menyerap arahan pimpinan secara utuh, dan memahami konteks dari setiap kebijakan yang dijalankan.

 

“Jaga hubungan kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Itu penting agar kita tetap berada di jalur yang benar,” pesannya.(adv/DisporaKaltim/yhon/wan)