Dispora Kaltim Dorong Sinergi OPD Hadapi Perubahan Sistem IPP Nasional

Foto: Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim), diterapkannya sistem baru penghitungan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi.(Istimewa)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) kini tengah memperkuat peran strategisnya dalam pembangunan kepemudaan, menyusul diterapkannya sistem baru penghitungan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sistem anyar ini membawa pendekatan yang lebih luas dan menuntut sinergi lintas sektor dalam pelaksanaannya.

 

 

Metodologi terbaru IPP kini meliputi lima domain utama dengan 16 indikator penilaian, menggantikan model lama yang hanya menggunakan 15 indikator. Kelima domain tersebut mencakup aspek pendidikan dan pelatihan, kesehatan, pekerjaan layak dan kewirausahaan, partisipasi serta kepemimpinan pemuda, dan kesetaraan gender serta inklusivitas.

 

Sub Koordinator Kepemimpinan, Kepeloporan, dan Kemitraan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, menegaskan bahwa perubahan ini tidak bisa ditangani secara sektoral. 

 

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mendorong peningkatan IPP, semua perangkat daerah harus aktif terlibat karena ini menyangkut isu pembangunan yang menyeluruh,” ujarnya pada baru-baru.

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap sistem baru tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim telah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2023 mengenai Rencana Aksi Daerah Pelayanan Kepemudaan. Regulasi ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai program yang digagas oleh OPD terkait dalam mendukung pencapaian target IPP hingga 2024.

 

Rusmulyadi mencontohkan beberapa program lintas sektor yang turut menyumbang capaian IPP, seperti layanan gizi remaja oleh Dinas Kesehatan, pelatihan keterampilan kerja oleh Dinas Tenaga Kerja, hingga peningkatan mutu pendidikan yang ditangani Dinas Pendidikan.

 

Berdasarkan data IPP 2023, Kalimantan Timur mengalami lonjakan capaian menjadi 64,38 poin. Kota Samarinda menduduki posisi teratas dengan nilai 71,26, disusul Bontang (67,39) dan Balikpapan (66,66). Sebaliknya, Kutai Kartanegara mencatat skor terendah, yakni 59,04 poin.

 

“Capaian ini tentu membanggakan, namun juga sekaligus menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan pemuda masih besar,” kata Rusmulyadi.

 

Dispora Kaltim juga tengah mematangkan sistem pemantauan dan evaluasi program kepemudaan berbasis indikator IPP, demi menjamin bahwa seluruh kegiatan benar-benar memberikan dampak nyata bagi generasi muda Kalimantan Timur.(adv/diporakaltim/yhon/wan)