Kasus Flu Musiman Meningkat Saat Perubahan Cuaca
TITIKWARTA.COM - Perubahan cuaca yang tidak menentu dalam beberapa pekan terakhir membuat kasus flu musiman dan infeksi saluran pernapasan meningkat di sejumlah daerah. Keluhan seperti demam, batuk, pilek, hingga sakit tenggorokan mulai banyak dialami masyarakat.
Dokter menjelaskan bahwa pergantian suhu panas dan hujan dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang virus. Kondisi tubuh yang kelelahan dan kurang istirahat juga memperbesar risiko terkena flu.
Masyarakat diimbau untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidur cukup agar sistem imun tetap terjaga. Penggunaan masker saat sedang sakit juga dinilai penting untuk mencegah penularan kepada orang lain.
Selain itu, kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan lingkungan tetap menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi penyebaran penyakit pernapasan.
Dokter juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran medis ketika mengalami flu biasa. Sebab sebagian besar flu disebabkan oleh virus, bukan bakteri.
Meski umumnya dapat sembuh sendiri, masyarakat tetap diminta waspada jika gejala berlangsung lebih lama atau disertai sesak napas dan demam tinggi yang tidak kunjung turun.
Tubuh manusia memang menarik. Dipaksa begadang, stres, makan sembarangan, lalu ketika sakit malah protes seolah organ-organ di dalam sana tidak sedang bekerja lembur tanpa cuti setiap hari.(sen/tw)
