Dispora Kaltim Dukung Program Nasional SPOPDA, Fokus pada Pembinaan Atlet Pelajar

Foto: Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading.(Yhon)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program nasional Sistem Pembinaan Olahraga Pelajar Daerah (SPOPDA), yang merupakan turunan dari Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 15 Tahun 2024.

 

 

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah penting dalam menciptakan sistem pembinaan atlet usia pelajar secara terstruktur, berkelanjutan, dan terintegrasi di seluruh Indonesia, termasuk di Kaltim.

 

“SPOPDA ini adalah program nasional. Turunan dari Permenpora Nomor 15 Tahun 2024 tentang pembinaan usia pelajar. Jadi ini khusus untuk pelajar, bukan umum,” ujar Rasman saat diwawancarai di Samarinda, Jum'at (30/05/2025).

 

Program ini akan difokuskan pada tujuh cabang olahraga utama yang dianggap potensial untuk dikembangkan di lingkungan pelajar. Ketujuh cabang olahraga tersebut adalah taekwondo, pencak silat, menembak, panahan, balap sepeda, panjat tebing, dan karate. Selain itu, cabang olahraga angkat besi dan renang juga sedang dalam tahap pertimbangan untuk ditambahkan, meskipun untuk renang kemungkinan besar masih akan melalui tahap seleksi terlebih dahulu.

 

“Jadi ada tujuh cabang olahraga utama. Taekwondo, karate, pencak silat, panahan, sepeda, menembak, dan panjat tebing. Mungkin nanti renang akan menyusul, tetapi itu kemungkinan melalui seleksi,” jelas Rasman.

 

Ia menambahkan, meskipun SPOPDA merupakan program yang baru terbentuk tahun ini, sebagai tindak lanjut dari regulasi nasional, namun pihaknya di daerah akan tetap melanjutkan pelaksanaannya agar kesinambungan pembinaan olahraga pelajar tetap terjaga.

 

“Program ini memang turunannya baru tahun ini dari pusat. Tapi kita harus lanjutkan, tidak mungkin kita hentikan. Ini demi keberlangsungan pembinaan atlet pelajar di daerah,” tegasnya.

 

Rasman juga berharap semua pihak, terutama pemerintah kabupaten/kota, sekolah-sekolah, dan cabang olahraga terkait, dapat mendukung penuh pelaksanaan SPOPDA ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang di bidang olahraga.

 

“Kalau kita ingin punya atlet berprestasi di masa depan, pembinaannya memang harus dimulai sejak dini, sejak di bangku sekolah,” tutupnya.(adv/yhon/wan)