Distan PPU Imbau Perketat Pengawasan Terhadap Hewan Ternak
TITIKWARTA.COM - PENAJAM – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak masih menjadi perhatian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Namun, Dinas Pertanian (Distan) PPU memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dalam mengonsumsi daging sapi, selama proses pengolahannya dilakukan dengan benar.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menegaskan bahwa PMK tidak membahayakan manusia dan daging tetap aman jika dimasak dengan suhu yang cukup.
“PMK tidak menular ke manusia. Yang penting, daging dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celcius selama 30 menit agar benar-benar aman dikonsumsi,” ujar Ristu, Selasa (25/03/25).
Selain mengimbau masyarakat, Distan PPU juga memperketat pengawasan terhadap kesehatan ternak dan distribusi daging di wilayah tersebut. Menurut Ristu, sebagian besar kebutuhan daging di PPU masih bergantung pada suplai dari luar daerah.
“Kami terus memastikan bahwa daging yang masuk ke PPU bebas dari penyakit. Saat ini, sekitar 70 persen kebutuhan daging berasal dari luar daerah,” jelasnya.
Untuk mengurangi ketergantungan ini, Distan PPU sebenarnya telah merancang program pengembangan peternakan sapi lokal. Sayangnya, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum bisa direalisasikan tahun ini.
Meski begitu, upaya vaksinasi dan pengawasan kesehatan ternak tetap dilakukan secara rutin guna mencegah penyebaran PMK dan menjaga suplai daging tetap aman.
“Dengan pengolahan yang benar dan pemantauan kesehatan ternak yang ketat, masyarakat tidak perlu takut mengonsumsi daging sapi,” pungkasnya. (adv/wan/yal)
