Jembatan Mahakam I Samarinda Kaltim Kembali Dihantam Tongkang, Kapten Kapal yang Menabrak Diperiksa Polisi
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA – Jajaran Kepolisian Resort Kota Samarinda periksa kapten kapal yang menabrak Jembatan Mahakam I di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Sabtu (26/4/2025) malam.
Peristiwa insiden tabrakan ini, diduga terjadi pada sekitar pukul 23.59 Wita.
Pantauan di sekitar lokasi Jembatan Mahakam I Samarinda, pada pilar keempat jembatan nampak mengalami kerusakan akibat benturan keras dari kapal yang diduga pilas pasca dihantam Tongkang BG Azamara 3035 bermuatan batubara, yang ditarik TB Liberty 7.
Terkait insiden semalam, diketahui kapten kapal tugboat diperiksa oleh pihak kepolisian.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, melalui PS Kasi Humas Ipda Ramli P. Sianturi pun membenarkan soal pemeriksaan tersebut.
"Sudah dicek semalam, kapten kapal sudah dibawa ke kantor," katanya singkat, dikonfirmasi pada Minggu (27/4/2025).
Soal bagaimana pemeriksaannya, jajaran kepolisian juga masih terus mendalami.
Terkait informasi awal yang diterima, tali towing dari tugboat penarik tongkang batubara tersebut mengalami putus.
Namun kepolisian belum bisa menyimpulkan pasti apakah ada kelalaian dalam insiden ini, atau ada kegiatan lain di bawah Jembatan Mahakam I Samarinda hingga terjadi benturan.
Sebagai informasi, Jembatan Mahakam I Samarinda kembali jadi atensi publik setelah belum genap setahun pasca insiden penabrakan, harus kembali mengalami insiden serupa ditabrak tongkang pengangkut batu bara.
Salah satu petugas keamanan sekitar cafe dekat Jembatan tertua di Samarinda ini, mengatakan adanya suara benturan keras saat melihat tongkang berisi batubara bergerak menuju pilar.
Bahkan insiden ini juga sempat beredar luas melalui pesan di WhatsApp.
Tim TribunKaltim.co langsung menuju lokasi kejadian, dari hasil pantauan di lapangan pada Minggu 27 April 2025 pukul 00.43 hingga 03.12 Wita dini hari, terlihat bahwa area safety fender, bagian yang berfungsi melindungi pilar jembatan dari benturan, memang terkena benturan di pilar keempat (P4).
Dugaan awal, insiden terjadi karena putusnya tali towing (penarik) tongkang, sehingga kapal batu bara ini kehilangan kendali lalu menghantam pilar Jembatan.
Sebelumnya Jembatan Mahakam I mengalami insiden sama pada Minggu 16 Februari 2025 lalu.
Kala itu sebuah tongkang bermuatan kayu sengon juga menabrak pilar ketiga (P3) jembatan, menyebabkan kerusakan pada bagian fender hingga hilang. (yal/wan)
Sumber : kaltim.tribunnews.com
