Kebutuhan Guru, Komisi IV Harap Diambil dari Honorer

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda rupanya masih kekurangan tenaga guru. Untuk sekolah negeri saja, masih dibutuhkan 1.600 tenaga pendidik di Kota Tepian. Komisi IV DPRD Samarinda pun meminta agar kebutuhan tersebut diambil dari guru honorer yang ada saat ini.

 

 

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan, guru dengan status honorer di Samarinda jumlahnya mencapai 2.000 lebih. Maka masih cukup untuk menutupi kebutuhan guru saat ini jika diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). "Karena belum lagi harus menutupi guru yang pensiun. Tahun ini saja bakal ada 200 guru yang bakal pensiun," ungkapnya, kepada media ini.

 

Menurutnya, masih dirasa wajar jika Pemkot Samarinda mengangkat guru honorer menjadi PPPK. Puji menyebut, sejauh ini baru sekitar 800 guru honorer yang diangkat. Targetnya pada 2024 mendatang bakal ada pengangkatan kembali dengan jumlah yang sama. "Saya rasa angka itu masih wajar dan sesuai dengan kebutuhan saja. Bahkan kurang jika harus menutupi yang pensiun," tuturnya.

 

Kendati demikian politikus Demokrat ini mengingatkan, agar proses pengangkatan guru honorer sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Selain itu juga menimbang kemampuan anggaran agar tidak ada gaji guru yang tersendat nantinya. "Agar tidak muncul masalah lain nantinya saat guru telah diangkat nantinya," imbuhnya.

 

Ia melanjutkan, sudah saatnya Pemkot Samarinda melirik pengembangan pendidikan, mengingat jumlah APBD kota yang meningkat. Ditambah lagi pada tahun-tahun sebelumnya, pembangunan  lebih terfokus pada perbaikan infrastruktur.


"Ini juga berkaitan dengan kebutuhan pendidikan kita, saya rasa wali kota bisa penuhi komitmennya untuk kembangkan dunia pendidikan," tandasnya.(adv/zee)