Kirab Budaya East Borneo International Folklore Festival 2024
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Suasana jalan Bhayangkara dan Jalan Awang Long Kota Tepian Samarinda ramai ada yang olahraga mengendara roda dua maupun roda Jumat (26/7/2024).
Jika dilihat seksama, ada mobil patwal Polisi Lalu Lintas mengawal rombongan partisipan dari Negara Amerika Serikat, Jepang, Mesir (Taiwan egypt) Korea Selatan, Polandia yang mengenakan baju khas budaya negaranya.
Selain itu Drumband SMPN 22 menjadi yang terdepan dibarisan kirab, disusul Kesenian Kutai Kartanegara, Paguyuban Barongsai, Paguyuban Apau Punyaat, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Polandia, Bangka Belitung, Balikpapan, Samarinda, Kolaka Sulawesi Tenggara, Paguyuban Gendang Bleg NTB, Kulon Progo Yogyakarta, Kutai Kartanegara.
SMA Labbaika Samarinda, Paguyuban Kuda Lumping Samarinda, Drum Band SMAN 1 Samarinda, Kalimantan Utara, Kesenian Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ratusan siswa sekolah turut mengikuti kirab budaya berjalan kaki dengan rute awal Hotel Five Premiere Jalan Bhayangkara Samarinda, Taman Samarendah, Jalan Awang Long, Jalan Gajah Mada, Masuk ke kantor Gubernur Kaltim, lewat jalan Kinibalu Kota Samarinda.
Semua ceria menyaksikan bahkan beberapa pengendara roda dua ada yang berhenti.
Kirab Budaya East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2024 sebagai awal dimulainya rangkaian event Pariwisata Internasional yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2024.
Ditemui di Kantor Gubernur, Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni Jumat ( 26/7/2024) menjelaskan, sebelumnya Kirab Budaya, para peserta EBIFF 2024 telah diterima jamuan makan malam bersama di Pendopo Odah Etam, Kamis (25/7/2024) malam.
Menurut Sri, event EBIFF bukan hanya mengenalkan potensi daerah bermotto Membangun Kaltim untuk Nusantara, namun juga dari Kaltim Untuk Dunia.
"Yang pastinya, momentum kegiatan ini bukan hanya mengangkat Kaltim untuk Nusantara. Tapi, juga berperan untuk dunia," ucap Sri Wahyuni usai menyaksikan Kirab Budaya EBIFF 2024, di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda.
Bagi Sri event EBIFF yang dimulai puncaknya Jumat malam ini, diyakini mempunyai dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kedatangan para peserta dan pengunjung di event ini akan berdampak positif bagi daerah seperti transportasi, akomodasi, kuliner dan suvenir.
"Sebab, peserta menginap di sejumlah hotel di Samarinda," katanya.
Setiap seni pertunjukan dengan mendatangkan peserta dari luar, pasti kemudian membawa dampak ekonomi sub sektor.
"Karena, tidak mungkin bergerak sendiri," jelasnya.
Bahkan pada saat Kirab Budaya penonton yang menyaksikan luar biasa banyak dan pasti membeli makan dan minum.
"Dengan begitu, ini bagian dari pengembangan ekonomi," lanjut Sri Wahyuni.
Sekda juga menyebutkan Kaltim memiliki tiga poros budaya:
1. Budaya Kesultanan,
2. Budaya Pesisir
3. Budaya Pendalaman.
Karenanya, Pemprov Kaltim bersyukur, sebab melalui Kirab Budaya maka tiga poros budaya sudah ditampilkan.
Sri Wahyuni juga meminta masyarakat hadir menyaksikan penampilan EBIFF di Kaltim khususnya Samarinda.
Kegiatan EBIFF digelar 26 sampai 29 Juli di dua tempat yakni Gelora Kadrie Oeninf dan eks Bandara Temindung jalan Gatot Subroto, Jalan Pipit Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda Kalimantan Timur.
Duta Besar Bosnia, Armin Limo memuji luar buasa Budaya Indonesia meskipun baru 6 bulan di Indonesia.
"Budaya mampu menyatukan dunia, Keramah tamahan masyarakat Indonesia luar biasa , tak terkecuali di Kaltim,"tuturnya.
Turut hadir utusan Duta Besar Seychellees, Niko Barito, Duta Besar Bulgaria, Kanselet Diplomatik Rumania.
Partisipan dari Mesir mengaku antusias, tak lelah meski cuaca panas terik.
"Panas cuacanya tapi saya tetap senang.Apa makanan favorit disini (Samarinda), tanya Arabia pada TribunKaltim.co.
Dan ia minat pada nasi kuning, maupun lontong sayur, atau gence haruan yang populer di Samarinda.
Sementara mahasiswa dsri North Carlina Asmerika Serikat sangat senang meskipun cuaca terik tapi disambut ramah sejumlah orang sepanjang kirab berlangsung.
"Kami dari mahasiswa pecinta seni dari North Carolina, kita tiba kemarin, malam di Samarinda bersama teman teman kami berjumlah 25 orang, Malia.
Masyarakat disini sangat ramah saya menyukainya.
Saya ingin mengenal budaya satu dan lainnya yang ada disini,"katanya.(yal/wan)
Sumber : kaltim.tribunnews.com
