Pemkab PPU Dukung Pelajar Lanjutkan Pendidikan ke UGM

Lewat Program Beasiswa

TITIKWARTA.COM - PENAJAM – Sebanyak 22 pelajar dari berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengikuti proses seleksi masuk Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui jalur beasiswa kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tersebut. Program ini menjadi peluang emas bagi anak-anak daerah untuk bisa menempuh pendidikan tinggi di kampus ternama.

 

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU, Nicko Herlambang, menyebutkan bahwa program ini dibuka sejak bulan Maret dan disambut antusias oleh siswa-siswa PPU. Para pendaftar berasal dari sejumlah sekolah, termasuk SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 5, dan SMKN 2.

 

“Animo pelajar sangat tinggi. Mereka sangat termotivasi untuk melanjutkan studi ke UGM. Ini juga membuktikan bahwa mereka punya cita-cita besar,” ujar Nicko, Kamis (17/4/2025).

 

Jurusan yang dipilih pun cukup beragam. Mulai dari Kedokteran Umum dan Gigi, Teknik Sipil, hingga jurusan lain yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Pemkab mendorong para siswa untuk memilih jurusan strategis agar ke depannya bisa kembali dan berkontribusi di PPU.

 

“Kami selalu arahkan agar mereka mempertimbangkan bidang yang punya dampak besar, seperti kesehatan dan infrastruktur,” jelasnya.

 

Walaupun menggunakan skema beasiswa, para peserta tetap harus menjalani seleksi secara resmi yang diselenggarakan oleh UGM. Nicko menegaskan bahwa jalur ini bukanlah jalan pintas, karena tetap harus melalui persaingan ketat dengan peserta dari kabupaten lain yang juga memiliki kerja sama serupa.

 

“Mereka tetap ikut tes dan tidak langsung diterima. Persaingannya sangat terbuka. Dari 22 orang, kemungkinan hanya enam atau tujuh yang lolos,” ujarnya.

 

Jika lolos seleksi dan diterima sebagai mahasiswa, para siswa akan mendapatkan beasiswa penuh dari Pemkab PPU selama delapan semester. Ini menjadi bentuk dukungan penuh Pemkab terhadap pendidikan generasi muda.

 

“Semua biaya akan ditanggung. Harapannya, mereka bisa kembali dengan bekal ilmu dan ikut membangun daerah,” tambah Nicko.

 

Program ini diharapkan menjadi jalan bagi lebih banyak lagi pelajar PPU di masa depan untuk mengakses pendidikan tinggi berkualitas tanpa terkendala biaya. (adv/wan/yal)