Perjalanan Panjang Dispursip Samarinda, Beberapa Kali Alami Lepas-Pasang
RAPI: Dispursip Samarinda masih menyimpan dokumen yang berkaitan dengan bidang masing-masing, termasuk ketika mereka masih menjadi dua instansi yang berbeda.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Samarinda baru terbentuk pada 2021. Merupakan hasil leburan dari dua instansi, yakni Dinas Perpustakaan dan Dinas Kearsipan yang memiliki sejarah panjangnya masing-masing. Karena itu, tiap-tiap bidang, kini memiliki dokumen yang juga berusia cukup tua, dan kini disimpan di record center Dispursip Samarinda.
“Ini arsip dari yang sebelum gabung, sampai sesudah gabung,” jelas Arsiparis Terampil Dispursip Samarinda Kirana Pareswari. “Arsip perpustakaan sendiri, arsip dinas kearsipan sendiri. Yang di sini yang setelah bergabung,” tambahnya.
Untuk diketahui, institusi ini awalnya bernama Taman Baca yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim. Kemudian diserahkan kepada wali kota Samarinda pada 1987 dengan nama Perpustakaan Umum Kota Madya Daerah Tingkat II Samarinda.
Terus berkembang hingga kemudian digabung pada 2001 menjadi Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah. Sejak itu, institusi tersebut memiliki dua fungsi. Selain bidang perpustakaan juga bidang kearsipan.
Namun, pada 2004, Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah dipecah kembali. Menjadi UPTD Perpustakaan Daerah di bawah Dinas Pendidikan Samarinda untuk urusan Perpustakaan, dan Badan Arsip Daerah, Diklat dan Litbang Kota Samarinda untuk urusan pengarsipan.
Pada 2008, keduanya kembali dilebur menjadi Kantor Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Samarinda. Namun pada 2016, Dinas Perpustakaan kembali berdiri sendiri dan terpisah dari Dinas Kearsipan dengan status OPD tipe B.
Pada 2021, dua instansi tersebut kembali digabung. Perpustakaan dan kearsipan dalam Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Samarinda dengan tipe A. Dan berjalan hingga saat ini. Dari proses panjang itu, telah menghasilkan arsip yang penting dan berharga. (adv/hms/DPK)
