Respon Lonjakan Harga, Pemkab PPU Akan Awasi Ketat Penjualan Gas 3 Kg di Babulu

TITIKWARTA.COM - PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan memperketat pengawasan terhadap distribusi dan penjualan gas LPG 3 kilogram di Babulu. Langkah ini diambil setelah banyak warga melaporkan kenaikan harga yang tidak wajar di wilayah tersebut.

 

Kepala Diskukmperindag PPU, Margono Hadi Sutanto, menyebut bahwa gas yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) ditemukan dijual dengan harga mencapai Rp25.000 hingga lebih di beberapa titik. “Kami sudah terima laporan dari masyarakat. Ini bukan sekadar persoalan harga, tapi juga soal keadilan dalam distribusi subsidi,” katanya, Jum'at (23/5/2025).

 

Margono menyampaikan bahwa pemerintah akan turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi langsung ke pangkalan-pangkalan yang disinyalir melanggar. “Kalau ada pangkalan nakal, pasti akan kami tindak. Tidak menutup kemungkinan kami minta Pertamina memberikan sanksi,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa gas bersubsidi ini harus dipastikan sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan. “Bukan untuk pelaku usaha besar atau orang yang mampu. Prinsip keadilan distribusi harus ditegakkan,” tegasnya.

 

Selain inspeksi lapangan, Diskukmperindag juga akan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada agen dan pangkalan LPG agar memahami peraturan dan tidak bermain harga.

 

“Kami minta masyarakat ikut mengawasi dan melaporkan jika ada penyelewengan. Kolaborasi ini penting agar subsidi pemerintah tidak disalahgunakan,” pungkasnya. (adv/wan)