Tampak Bugar Belum Tentu Aman: Pakar Tegaskan Pentingnya Skrining Jantung Bagi Penggiat Olahraga
Seseorang bisa tampak sangat bugar, tetapi tetap memiliki faktor risiko atau gangguan jantung yang belum terdeteksi(Dok. Magnifiq)
TITIKWARTA.COM - Memiliki postur tubuh ideal, otot yang kencang, serta stamina tinggi kerap dijadikan tolok ukur utama bahwa seseorang berada dalam kondisi tubuh yang sepenuhnya sehat. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat tidak terkecoh, sebab fisik yang tampak bugar di luar tidak serta-merta menjamin kondisi organ jantung di dalam bebas dari ancaman penyakit.
Fenomena gangguan jantung mendadak pada atlet maupun masyarakat yang rutin berolahraga semakin sering dijumpai belakangan ini. Kejadian tersebut sering kali mengejutkan publik karena korban dikenal memiliki gaya hidup sangat aktif, tidak merokok, dan terbiasa melakoni latihan fisik berintensitas tinggi.
Mekanisme kebugaran fisik dan kesehatan kardiovaskular pada dasarnya adalah dua hal yang berbeda meski saling berkaitan. Kebugaran merujuk pada kapasitas otot dan paru-paru dalam merespons aktivitas fisik, sementara kesehatan jantung berkaitan dengan elastisitas pembuluh darah, kelancaran aliran koroner, serta irama listrik jantung.
Masalah utama yang sering terabaikan adalah adanya potensi kelainan bawaan, plak penyumbatan pembuluh darah yang belum bergejala, hingga peradangan otot jantung (miokarditis). Saat seseorang melakukan olahraga berat tanpa mengetahui adanya masalah mendasar tersebut, beban kerja jantung meningkat drastis dan berisiko memicu serangan mendadak.
Spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Dian Kusuma, Sp.JP, menegaskan bahwa persepsi masyarakat terkait kebugaran fisik harus segera diluruskan guna mencegah insiden fatal saat berolahraga.
"Bugar dan sehat jantung itu dua hal yang tidak selalu sejajar. Banyak orang merasa aman karena sanggup berlari maraton atau berolahraga berat setiap hari, padahal penyumbatan pembuluh darah bisa saja sudah terjadi tanpa gejala awal. Tanpa pemeriksaan medis medis yang rinci, bahaya terselubung itu tidak akan terlihat," ungkap Dr. Dian Kusuma, Sp.JP dalam keterangannya hari ini.
Prosedur pemeriksaan berkala atau medical check-up khusus jantung, seperti rekam jantung (EKG), echocardiography, hingga uji latih jantung (treadmill test), menjadi langkah krusial yang sangat disarankan bagi para penggiat olahraga, terutama yang berencana melakoni aktivitas fisik berintensitas berat atau memasuki usia di atas 30 tahun.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan sinyal-sinyal kecil yang diberikan oleh tubuh saat beraktivitas, seperti rasa nyeri di dada, pusing mendadak, hingga sesak napas yang tidak wajar. Dr. Dian Kusuma, Sp.JP mengingatkan agar olahraga tetap dilakukan secara terukur dan bijak. "Olahraga adalah obat terbaik bagi tubuh, namun evaluasi medis adalah pemandunya. Jangan ragu melakukan rekam jantung berkala agar aktivitas fisik yang kita jalani benar-benar membawa kebugaran sekaligus keamanan bagi organ vital kita," pungkanya.(yal/tw)
