Terkait Relokasi Pasar Pagi

Anggota Komisi II DPRD Samarinda Pinta Pemkot Ajak Diskusi Pedagang

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, Novi Marinda Putri minta pemerintah kota (Pemkot) mengajak diskusi pedagang Pasar Pagi.

 

 

 

Hal itu diutarakannya terkait rencana relokasi pedagang lantaran pasar tempat mereka berjualan akan direhab.

 

Novi mengatakan, baik pihak DPRD maupun pedagang sebenarnya tidak mempermasalahkan lokasi relokasi. “Sebenarnya tidak ada masalah ditempatkan di mana saja, tapi pedagang Pasar Pagi itu diajaklah berdiskudi untuk bagaimana mereka bisa menerima apa yang sudah menjadi keputusan pemkot,” kata Novi, Sabtu (25/11/23).

 

Novi mengaku, hingga saat ini ada beberapa tuntutan dari para pedagang yang belum terpenuhi, yakni berdiskusi atau sosialisasi secara langsung. Padahal menurutnya, ada baiknya Pemkot menanyakan langsung tempat relokasi yang diinginkan para pedagang untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman.

 

“Mereka tidak pernah diajak berdiskudi untuk kelangsungan yang sudah direncanakan oleh Pemkot ini. Jadi ada baiknya, di mana saja tempatnya, harus dipertimbangkan bersama pedagang,” jelasnya.

 

Selain itu, novi juga menyayangkan hingga kini Pemkot masih belum membuka sosialisasi dan mengajak pedagang berdiskusi. Padahal jelasnya, pemberitaan sudah mulai ramai terkait pedagang yang ingin mengajak berdialog.

 

Oleh karena itu jelasnya, tak heran sempat terjadi perselisihan beberapa kali baik bagi Pemkot, Forum Pedagang Pasar Pagi (FP3) dan pedagang itu sendiri.

 

“Makanya inilah kenapa jadi buntu, kan tidak mendengar langsung, jadi panggilah mereka semua, diskusi berikan pengertian. Pemkot memberikan alasan saya pikir mereka akan memahami itu,” tegasnya.(adv/wan)