Ragam Tantangan Wujudkan Internet Desa: 30 Kampung di Kubar Belum Teraliri Listrik
CARI SOLUSI: Pemprov Kaltim dan pemda setempat mengupayakan yang terbaik agar Internet Desa bisa dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Pemprov Kaltim benar-benar berkomitmen mewujudkan janji Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji. Melalui program Gratispol, mereka menargetkan, pada akhir 2025 nanti, ada 800 titik sambungan baru internet desa.
Adapun prioritasnya, yakni desa terpencil yang bahkan belum terjangkau jaringan seluler konvensional. Langkah ini merupakan upaya pemprov dalam meratakan akses informasi dan komunikasi digital ke penjuru daerah. Salah satu titik dimulainya program tersebut yakni di kawasan Kutai Barat (Kubar).
Demi memaksimalkan program tersebut, sosialisasi ke pemerintah daerah setempat pun dilaksanakan. “Sosialisasi menjadi bagian penting untuk mewujudkan target 190 desa di Kutai Barat dapat terjangkau internet pada 2025,” ucap Pelaksana Tugas Kepala Bidang TIK dan Persandian Diskominfo Kaltim Bambang Kukilo.
Tak hanya itu, desa-desa yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan layanan Internet Desa akan mendapatkan reward. Yakni berupa penambahan bandwidth, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan produktif. “Kami akan memberi penghargaan kepada desa yang benar-benar memanfaatkan fasilitas ini secara produktif,” ujar Bambang.
Namun, tantangan masih ada hal tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Kubar Rustam. Masih terdapat sekitar 30 kampung yang belum teraliri listrik PLN. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini akan memprioritaskan wilayah-wilayah paling jauh dari ibu kota kabupaten.
Pelaksanaan pemasangan koneksi internet akan dimulai pada awal Juni 2025, dengan target 800 titik koneksi internet desa hingga akhir tahun. Sebanyak 30 titik di antaranya akan menggunakan teknologi satelit Starlink, untuk daerah dengan medan geografis sulit dan tanpa jangkauan jaringan konvensional.
Untuk mendukung kelancaran operasional di lapangan, setiap kecamatan akan memiliki teknisi unit manajemen sistem (UMS) yang bertugas menangani gangguan teknis. Sementara itu, Account Manager Telkom Dinda Annisa menerangkan, pihaknya akan pastikan teknisi tersedia di setiap kecamatan untuk mempercepat respons jika terjadi kendala.
Tidak hanya sampai pemasangan, program ini akan berkesinambungan hingga pasca-instalasi. Tujuannya, memastikan layanan internet itu digunakan dengan optimal oleh masyarakat. (adv/diskominfokaltim/addg/pt/wan)
