Tingkatkan Tata Kelola Pemerintahan dengan Ketersediaan Data Geospasial yang Optimal
COACHING: Pelatihan JIGD jadi upaya Diskominfo Kaltim dalam memahamkan teknis tentang pengelolaan data geospasial.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Pemprov Kaltim berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan dan perencanaan pembangunan berbasis data. Untuk bisa mengoptimalkan langkah tersebut, dibutuhkan sejumlah formula. Salah satunya ketersediaan data geospasial yang terstruktur, mutakhir, dan terintegrasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kaltim Untung Maryono dalam coaching Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD) 2025. Kegiatan garapan Diskominfo Kaltim itu terselenggara selama tiga hari sejak Kamis (15/7) di ruang WIEK, di kantor mereka, di Samarinda.
Sebanyak 25 operator JIGD dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kaltim, ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Data geospasial kini menjadi bagian vital dalam pengambilan keputusan, mulai dari penataan ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan lingkungan hidup, layanan kesehatan dan pendidikan, hingga penanggulangan bencana,” ujar Untung.
Lebih lanjut ia menambahkan, keberadaan JIGD diharapkan mampu memperkuat sinergi antarlembaga dalam menyediakan data spasial yang seragam dan terkonsolidasi, sehingga pembangunan dapat lebih tepat sasaran.
Namun, ia tak menampik bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan JIGD di Kaltim. Salah satunya keterbatasan pemahaman teknis operator JIGD di OPD, minimnya koordinasi antarpengelola data, belum optimalnya pemanfaatan metadata, serta perbedaan standar dan format data spasial. Kondisi ini jadi penyebab integrasi data spasial berjalan lambat dan informasi yang tersedia belum memadai untuk mendukung kebutuhan publik dan internal pemerintah.
Karena itu, melalui coaching tersebut, mereka ingin mendampingi para pelaku teknis, agar kapasitas SDM pengelola dan operator JIGD bisa meningkat. Pelatihan berlangsung dengan metode berbasis praktik langsung, diskusi interaktif, serta studi kasus yang relevan dengan kondisi lapangan.
“Operator JIGD harus memahami proses bisnis geospasial, menguasai teknik pengolahan dan penyajian data, serta mampu menggunakan platform JIGD secara optimal. SDM yang kompeten akan menjadi kunci sukses dalam membangun ekosistem data spasial yang kuat di daerah,” imbuh Untung.
Dalam kegiatan ini, Diskominfo Kaltim turut menghadirkan narasumber dari Direktorat Kelembagaan dan Jaringan Informasi Geospasial serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para operator dapat meningkatkan pemahaman teknisnya dan mampu berkontribusi aktif dalam penyediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, untuk mendukung perencanaan pembangunan yang berbasis bukti di Kaltim. (adv/diskominfokaltim/Prb/ty/wan)
