DPRD Samarinda Soroti Keterbatasan Anggaran Pencegahan Narkoba

Foto : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

TITIKWARTA.COM – SAMARINDA - Upaya pencegahan peredaran narkotika masih jadi momok persoalan di Samarinda. Kondisi ini diperparah dengan keterbatasan anggaran dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Samarinda. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, angkat suara terkait masalah ini.

Politikus Demokrat ini menyoroti keterbatasan anggaran yang dinilai dapat menghambat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Menurut Puji, besarnya tanggung jawab BNN perlu diimbangi dukungan anggaran yang memadai, baik untuk pengadaan perlengkapan pemeriksaan maupun edukasi kepada masyarakat.“Anggarannya kecil, tetapi harapannya terlalu besar,” ujarnya.

 

Ia mencontohkan kebutuhan cartridge untuk pemeriksaan urine tujuh parameter sebagai salah satu perlengkapan yang perlu diperhatikan. Selain itu, BNN membutuhkan alokasi dana untuk memperluas sosialisasi bahaya narkotika hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan berbagai lembaga.

 

Anggota dewan asal daerah pemilihan Samarinda Ulu ini juga menegaskan, pencegahan narkotika tidak cukup hanya melalui imbauan. Diperlukan perencanaan anggaran yang sesuai kebutuhan agar pemeriksaan dan edukasi masyarakat dapat berjalan berkelanjutan. "Kegiatan edukasi di masyarakat juga perlu perencanaan dan alokasi dana tersendiri," sebutnya.

 

Karena itu, ia berharap dukungan pembiayaan terhadap BNN menjadi perhatian agar upaya pencegahan narkotika di Samarinda dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. (adv/zee/tw)