Kenapa Hari Minggu Libur & Tanggal Merah? Ini Asal Usulnya!

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Hari Minggu menjadi waktu yang mungkin paling ditunggu sebagian besar penduduk bumi. Karena sebagian besar negara di dunia, terutama yang menggunakan penanggalan Masehi, menetapkan Minggu sebagai waktu istirahat penuh dari aktivitas harian.

 

Tapi, pernahkah kalian berpikir kenapa Minggu yang dipilih sebagai tanggal merah? Tentu hal ini tak terjadi begitu saja dan ada sejarah panjang di baliknya. Melansir dari Bobo.id, penetapan libur sekali setiap pekan di hari Minggu berasal dari tradisi Romawi Kuno, yang menguasai banyak negara di Eropa pada masa itu. Dalam penanggalan kalender Romawi Kuno, hari pertama di setiap pekan jatuh pada Minggu.

 

Bangsa Romawi Kuno meyakini, jika Minggu adalah hari yang baik untuk beribadah. Sehingga kemudian segala aktivitas pada Minggu diliburkan.

 

Pengaruh ini lantas menyebar ke berbagai wilayah di bawah kekuasaan Romawi dan menjadi kebiasaan hingga saat ini. Tak terkecuali di Indonesia, di mana aturan ini dibawa oleh Belanda.

 

Budaya ini kemudian diadopsi oleh aturan kerja modern. Pada abad ke-19, ketika revolusi industri berkembang di Eropa, para pekerja menuntut adanya waktu istirahat. Sehingga kemudian oleh pemerintah menetapkan Minggu sebagai hari libur resmi agar pekerja bisa beristirahat, berkumpul bersama keluarga atau menjalankan ibadahnya.

 

Nah, itulah awal mula ditetapkan Minggu menjadi hari libur. Diawali dari alasan religius, kemudian ada faktor sosial untuk memberikan kesempatan orang berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Berkembang lagi menjadi alasan produktivitas, karena dengan adanya waktu istirahat bagi pekerja, mereka akan lebih produktif. (rz/rin/wan/yal)